PT Hutama Karya (Persero) mengerahkan 700 pekerja dalam sistem sif 24 jam untuk mengejar penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang kini progresnya mencapai 29,386 persen per 7 Mei 2026. Proyek strategis ini dirancang sebagai fasilitas pendidikan terpadu bagi masyarakat kategori miskin ekstrem guna memperkecil ketimpangan infrastruktur di luar Pulau Jawa.
Langkah percepatan ini diambil untuk mengatasi tantangan geografis yang cukup berat di lokasi proyek. Kontur lahan yang ekstrem serta keterbatasan akses darat memaksa BUMN konstruksi tersebut menerapkan strategi logistik dan operasional yang tidak biasa demi menjaga garis waktu pembangunan tetap sesuai target.
Logistik Jalur Laut dan Mobilisasi Udara
Keterbatasan akses infrastruktur jalan menuju lokasi proyek di Polewali Mandar membuat Hutama Karya harus memutar otak dalam mendistribusikan material berat. Perusahaan memutuskan untuk mengoptimalkan jalur laut dengan menyewa dermaga khusus sebagai titik sandar kapal dan tongkang pengangkut material konstruksi.
Tidak hanya logistik barang, mobilisasi sumber daya manusia juga dilakukan secara agresif. Untuk memenuhi kebutuhan personel ahli dan tenaga kerja di lapangan secara cepat, manajemen menempuh skema charter pesawat guna menerbangkan pekerja langsung ke lokasi terdekat proyek.
"Percepatan pembangunan harus terus dijaga dengan kolaborasi dan koordinasi yang baik di lapangan. Saya berharap seluruh tim dapat terus meningkatkan produktivitas pekerjaan sehingga target penyelesaian proyek dapat tercapai," tegas Wakil Direktur Utama Hutama Karya, Sugeng Rochadi, saat meninjau lokasi pekan lalu.
Inovasi Teknis dan Operasional 24 Jam
Hutama Karya saat ini mengoperasikan proyek dalam skala penuh dengan melibatkan 700 pekerja yang terbagi dalam jadwal kerja nonstop 24 jam. Fokus utama pekerjaan saat ini berada pada fase cut and fill atau pematangan lahan yang membutuhkan intensitas penggunaan alat berat yang tinggi.
Guna menjamin ketersediaan material beton tanpa bergantung pada vendor eksternal yang jauh, perusahaan membangun batching plant mandiri di dalam area proyek. Langkah ini dipadukan dengan inovasi penggunaan beton mutu tinggi yang dirancang khusus untuk mempercepat siklus penggunaan bekisting atau cetakan struktur.
Peningkatan spesifikasi beton ini memungkinkan tahap pengecoran struktur selesai lebih cepat dari standar waktu normal. Selain itu, penerapan sistem pabrikasi pembesian di lokasi turut memangkas durasi pengerjaan rangka baja, sehingga alur konstruksi menjadi lebih berkesinambungan dan minim hambatan teknis.
Fasilitas Terpadu untuk Kemiskinan Ekstrem
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyatakan bahwa proyek Sekolah Rakyat ini merupakan komitmen pemerintah dalam menyediakan infrastruktur dasar yang layak. Sekolah ini nantinya tidak hanya terdiri dari ruang kelas, tetapi juga dilengkapi asrama, laboratorium, fasilitas olahraga, hingga sarana sanitasi modern.
"Kami memastikan infrastruktur dasar akan tersedia secara memadai. Ini penting agar anak-anak Indonesia, khususnya dari kalangan miskin ekstrem, memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas," ujar Dody dalam keterangan resminya, Minggu (10/5/2026).
Pembangunan SR Polewali Mandar merupakan satu dari empat proyek serupa yang digarap Hutama Karya secara serentak di berbagai provinsi. Kehadiran sekolah berasrama terpadu ini diharapkan menjadi motor penggerak kualitas sumber daya manusia di wilayah Sulawesi Barat melalui sistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.