KOTA BIMA — Asisten II Setda Kota Bima, Drs. H. Supratman, M.AP, mengingatkan para siswa kelas XII SMA Negeri 4 Kota Bima bahwa kelulusan sekolah merupakan titik awal dari perjalanan yang lebih menantang. Di tengah derasnya arus teknologi informasi, integritas pribadi menjadi modal utama selain kemampuan akademik.
Pesan tersebut disampaikan Supratman saat membacakan sambutan Wakil Wali Kota Bima dalam acara pelepasan siswa yang bertajuk "Epilogue 35". Kegiatan yang berlangsung di lapangan upacara sekolah ini dihadiri oleh jajaran pengawas SMA, camat, kepala sekolah, serta ratusan orang tua wali murid.
Mengapa Karakter Lebih Penting dari Sekadar Ijazah?
Dalam arahannya, Pemerintah Kota Bima menyoroti dinamika zaman yang menuntut generasi muda memiliki mental tangguh. Supratman menegaskan bahwa ijazah memang penting sebagai syarat administrasi, namun sikap (attitude) dan adab tetap menjadi penentu keberhasilan di masyarakat maupun dunia kerja.
“Anak-anakku Epilogue 35, hari ini bukan hanya tentang perpisahan. Ini adalah checkpoint kehidupan. Kalian sedang berdiri di persimpangan antara masa remaja yang penuh cerita menuju masa depan yang penuh pilihan,” ujar Supratman di hadapan para siswa.
Ia juga menambahkan bahwa cara terbaik bagi para lulusan untuk menghormati jasa para guru adalah dengan menjaga nama baik almamater. Hal ini dapat diwujudkan dengan menjauhi perilaku negatif dan bersungguh-sungguh dalam mengejar cita-cita di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Momen Haru Pelepasan Siswa Angkatan Epilogue 35
Acara perpisahan tahun ini mengusung tema puitis: “Mungkin Akhirnya Tak Jadi Satu, Namun Bersorai Pernah Bertemu.” Suasana haru menyelimuti lapangan sekolah saat prosesi pelepasan berlangsung, menandai berakhirnya masa seragam putih abu-abu bagi para siswa angkatan ke-35 tersebut.
Pemkot Bima memberikan apresiasi khusus kepada keluarga besar SMAN 4 Kota Bima, terutama pengurus OSIS yang dinilai kreatif dalam menyelenggarakan acara. Kegiatan ini dianggap mampu memperkuat ikatan emosional antara guru, siswa, dan orang tua di momen perpisahan.
“Cara terbaik menghormati guru bukan hanya dengan ucapan terima kasih, tetapi dengan menjaga nama baik almamater, menjauhi hal-hal negatif, dan bersungguh-sungguh mengejar cita-cita,” tegasnya kembali dalam kutipan sambutan tersebut.
Pemerintah daerah berharap para lulusan SMAN 4 Kota Bima dapat melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi dan kelak kembali ke daerah untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Nusa Tenggara Barat, khususnya Kota Bima.