Pencarian

BRI Salurkan KUR Rp144,59 Triliun ke 2,76 Juta Debitur, Sektor Pertanian Kuasai 42,79 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 • 05:31:31 WIB
BRI Salurkan KUR Rp144,59 Triliun ke 2,76 Juta Debitur, Sektor Pertanian Kuasai 42,79 Persen
Penyaluran KUR BRI periode Januari–Agustus 2026 mencapai Rp144,59 triliun kepada 2,76 juta debitur.

JAKARTA — Sebanyak Rp98,86 triliun dari total penyaluran KUR BRI periode Januari–Agustus 2026 diarahkan ke sektor produksi. Angka itu setara 68,38 persen dari keseluruhan kredit yang disalurkan perseroan pada delapan bulan pertama tahun ini.

Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menempati porsi terbesar, yakni 42,79 persen. Dominasi tersebut dibaca BRI sebagai cerminan arah pembiayaan yang menyasar aktivitas usaha produktif, bukan konsumtif.

Pertanian Jadi Penopang Utama Penyaluran KUR

Pembiayaan ke sektor pertanian menyentuh langsung pelaku usaha di tingkat akar rumput. BRI menyebut penyaluran ini sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat kapasitas usaha penerima.

Selain pertanian, sejumlah sektor produktif lain ikut menyerap KUR. Penyaluran ke kelompok usaha ini dinilai memperkuat struktur ekonomi kerakyatan karena keterkaitannya langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyatakan penyaluran KUR merupakan bagian dari komitmen perseroan memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan tepat sasaran bagi UMKM.

"Dominasi sektor produksi juga menunjukkan peran KUR dalam mendorong peningkatan produktivitas, menciptakan nilai tambah, dan memperkuat perekonomian di berbagai daerah," ujar Akhmad.

Jaringan Layanan Jadi Kunci Ketepatan Sasaran

BRI menegaskan penyaluran KUR tetap mengedepankan ketepatan sasaran, prinsip kehati-hatian, dan kualitas pembiayaan. Jaringan layanan yang tersebar di berbagai wilayah disebut memperkuat kemampuan perseroan memahami karakteristik usaha masyarakat setempat.

Akhmad menyebut KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan. Menurutnya, program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput.

"BRI akan terus menjaga kualitas penyaluran KUR agar memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan usaha dan membuka kesempatan bagi semakin banyak UMKM untuk tumbuh dan naik kelas," lanjutnya.

Rp1.580 Triliun Disalurkan Sejak 2015

Secara kumulatif, BRI telah menyalurkan KUR Rp1.580 triliun kepada 49,2 juta penerima sejak 2015 hingga Agustus 2026. Capaian itu disebut mencerminkan perluasan inklusi keuangan sekaligus penguatan peran UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional.

Di luar KUR, BRI menyalurkan Kredit Program Perumahan Rp11,9 triliun hingga akhir Agustus 2026. Rinciannya, KPP Demand Rp9,62 triliun dan KPP Supply Rp2,29 triliun.

"Dengan mengintegrasikan akses pembiayaan dan pemberdayaan usaha, BRI berkomitmen untuk mendorong UMKM agar semakin produktif, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Akhmad.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarlombok.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks