NUSA TENGGARA BARAT — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan sepekan ke depan dengan level support 5.185 dan resistance 5.563, setelah pekan lalu menguat 4,90 persen ke level 5.439. Analis menyoroti kinerja emiten perbankan, arah kebijakan suku bunga AS, dan perkembangan MSCI sebagai penentu arah indeks. Sejumlah saham teknikal direkomendasikan, dari SSIA hingga AMMN.
Penguatan IHSG sepanjang pekan lalu ditopang transaksi yang ramai. Nilai transaksi harian rata-rata meningkat 25,42 persen dari Rp16,22 triliun menjadi Rp20,34 triliun, sementara frekuensi transaksi harian naik 13,80 persen dari 1,72 juta kali menjadi 1,95 juta kali.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Elsierra Putri Yosita menyatakan perdagangan saham pada periode 19-23 Oktober 2026 ditutup positif. Kapitalisasi pasar bursa meningkat 4,66 persen dari Rp9.157 triliun menjadi Rp9.583 triliun.
Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian turun 9,39 persen dari 44,10 miliar menjadi 39,96 miliar lembar saham. Pada Jumat (23/10), IHSG menguat 51,35 poin atau 0,95 persen ke level 5.439, dengan transaksi Rp16,19 triliun dan 43,93 miliar saham diperdagangkan.
Tekanan Eksternal Masih Membayangi
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan indeks cenderung menguat pada perdagangan Senin (26/10). Namun pergerakan IHSG masih dibayangi sentimen eksternal dan domestik.
Oktavianus menyoroti meningkatnya ketegangan AS-Iran setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan eskalasi. Kondisi itu mendorong harga minyak mentah naik hingga US$103 per barel pada pekan lalu.
"Kenaikan harga minyak mentah di tengah meningkatnya tensi AS-Iran memberikan sinyal negatif terhadap inflasi yang diperkirakan tetap tinggi, sehingga bank sentral masih berpotensi bersikap hawkish. Di sisi lain, pelemahan rupiah dan arus dana keluar yang besar juga menjadi tekanan bagi pasar," kata Oktavianus kepada CNNIndonesia.com.
Dari dalam negeri, rupiah melemah hingga menyentuh Rp18.089 per dolar AS. Sepanjang pekan lalu, IHSG mencatat capital outflow Rp8 triliun. Investor asing membukukan jual bersih Rp1,28 triliun pada Jumat (23/10), dengan akumulasi jual bersih sepanjang 2026 mencapai Rp94,87 triliun.
Rekomendasi Teknikal: SSIA dan RAJA
Oktavianus merekomendasikan dua saham untuk dikoleksi pekan ini. Saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) ditutup menguat 1,92 persen ke posisi 1.330 pekan lalu, dengan proyeksi menyentuh level 1.430.
Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) ditutup menguat 4,60 persen ke level 500, dengan proyeksi ke level 590. Keduanya dipilih berdasarkan analisis teknikal atas momentum penguatan terakhir.
Fokus Pasar: Laba Bank hingga FOMC
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan indeks sepekan ke depan dipengaruhi kinerja emiten perbankan hingga arah kebijakan suku bunga AS. Rilis kinerja bank diperkirakan masih menunjukkan pertumbuhan moderat, tetapi diharapkan membantu memperbaiki IHSG.
Investor juga memantau perkembangan MSCI terhadap Indonesia serta kinerja lembaga penyelenggara mandiri (SRO) untuk melihat apakah keduanya membawa sentimen positif. Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan turut dinantikan.
"Pergerakan IHSG sepekan ke depan diperkirakan terbatas. Pasar akan mencermati kinerja emiten perbankan, perkembangan MSCI terhadap Indonesia, serta hasil FOMC Meeting di tengah sikap The Fed yang masih cenderung hawkish," kata Herditya.
Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan Federal Funds Rate (FFR) sebesar 68,8 persen menjadi 4,25 persen pada Desember 2026. Ekspektasi kenaikan suku bunga berpotensi direspons negatif pasar, meski konsensus memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 4 persen pada pertemuan terdekat.
Saham Pilihan MNC Sekuritas
Herditya merekomendasikan tiga saham untuk dicermati investor pekan ini:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) — saham tambang tembaga dan emas yang diuntungkan harga komoditas tinggi.
- PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) — emiten pelayaran yang terpengaruh kenaikan harga minyak dan aktivitas logistik.
- PT Gudang Garam Tbk (GGRM) — saham konsumer dengan valuasi yang dinilai menarik setelah pelemahan.
Bagi investor, pekan ini menuntut kehati-hatian. Arus dana keluar asing yang besar dan pelemahan rupiah membatasi ruang penguatan indeks, sehingga saham pilihan sebaiknya dipantau ketat terhadap level support dan resistance yang disebutkan analis.