Pencarian

IHSG Anjlok 11,57% ke 5.185, BEI Hentikan Perdagangan 30 Menit

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 08:04:01 WIB
IHSG Anjlok 11,57% ke 5.185, BEI Hentikan Perdagangan 30 Menit
IHSG ditutup merosot 11,57 persen ke level 5.185 pada perdagangan Jumat (16/10).

NUSA TENGGARA BARAT — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 11,57 persen ke level 5.185 pada perdagangan Jumat (16/10), turun 678,67 poin dari penutupan sebelumnya. Bursa Efek Indonesia sempat menghentikan sementara perdagangan saham selama 30 menit di awal sesi setelah indeks ambles 8,01 persen. Aksi jual massal dipicu konsultasi MSCI yang mengusulkan perubahan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi saham sepanjang hari mencapai Rp31,92 triliun dengan volume 68,56 miliar saham. Sebanyak 775 saham melemah, hanya 10 saham menguat, dan 10 saham stagnan. Seluruh indeks sektoral berakhir di zona merah tanpa kecuali.

Sektor barang baku mencatat pelemahan terdalam sebesar 13,26 persen. Tekanan jual merata di hampir semua lini, mencerminkan kepanikan pelaku pasar menyusul pengumuman konsultasi MSCI yang datang lebih cepat dari perkiraan.

BEI Hentikan Perdagangan di Menit Awal

Penghentian sementara perdagangan atau trading halt diberlakukan pada pukul 08.58 WIB, tak lama setelah IHSG pembukaan anjlok 8,01 persen ke level 5.393,92. Jeda perdagangan dijadwalkan berlangsung 30 menit hingga pukul 09.28 WIB.

"Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan IHSG yang mencapai 8 persen," ujar Sekretaris Perusahaan BEI Valentina Simon dalam keterangan resmi.

Meski perdagangan kembali dibuka setelah jeda, tekanan jual tidak surut. IHSG masih melemah 10,76 persen ke level 5.233 pada penutupan sesi I, sebelum akhirnya ditutup di 5.185.

Kekhawatiran MSCI Soal Tata Kelola Pasar

MSCI memulai konsultasi dengan pelaku pasar mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia. Dalam pengumumannya, MSCI menyebut investor institusi menyoroti ketidakjelasan struktur kepemilikan saham dan dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi.

Lembaga tersebut juga menilai reformasi pasar saham Indonesia belum menunjukkan kemajuan konsisten. Investor institusi membutuhkan penerapan kebijakan yang konsisten serta bukti bahwa reformasi berdampak signifikan dan berkelanjutan. Keputusan final dijadwalkan paling lambat akhir Juni 2027.

BEI Akui Terkejut dengan Waktu Pengumuman

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan pengumuman konsultasi MSCI muncul jauh lebih awal dari perkiraan bursa dan pelaku pasar. Biasanya, pengumuman tersebut keluar sekitar satu hingga dua pekan sebelum keputusan final pada awal November.

"Kami juga terus terang surprise, banyak pihak surprise, ya pelaku pasar juga surprise. Kok bisa jauh lebih awal ya?" ujar Iding di Gedung BEI, Jakarta Selatan.

BEI menyatakan akan meminta klarifikasi teknis kepada MSCI dan memperkuat bukti efektivitas kebijakan untuk menjawab kekhawatiran investor global. Iding juga menegaskan standalone market bukan tingkatan terbawah dalam klasifikasi MSCI, melainkan kategori khusus di luar tiga kelompok utama: developed market, emerging market, dan frontier market.

Dampak ke Saham Indonesia di Indeks Global

Jika perubahan klasifikasi diterapkan, saham Indonesia tidak lagi masuk dalam perhitungan indeks utama MSCI untuk pasar berkembang. Indeks tersebut menjadi acuan manajer investasi dan dana pensiun internasional dalam mengalokasikan dana.

MSCI meninjau sejumlah aspek sebelum mengambil keputusan, termasuk keterbukaan pasar, likuiditas, risiko operasional, tata kelola, dan regulasi. Status Indonesia belum berubah karena proses konsultasi dengan pelaku pasar masih berjalan.

Bagi investor ritel, tekanan jual yang terjadi mencerminkan sensitivitas pasar terhadap sinyal dari lembaga indeks global. Keputusan MSCI nanti akan menentukan apakah dana asing yang selama ini masuk ke pasar saham Indonesia tetap bertahan atau dialihkan ke pasar lain.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks