Pencarian

Ikan Oarfish 4 Meter Terdampar di Pantai Pink Lombok Timur, DKP NTB Tegaskan Bukan Pertanda Gempa

Rabu, 26 Agustus 2026 • 07:31:31 WIB
Ikan Oarfish 4 Meter Terdampar di Pantai Pink Lombok Timur, DKP NTB Tegaskan Bukan Pertanda Gempa
Ikan oarfish sepanjang empat meter ditemukan terdampar di Pantai Pink, Lombok Timur, Selasa (25/8/2026).

LOMBOK TIMUR — Seekor ikan oarfish berukuran sekitar empat meter ditemukan terdampar di pinggir Pantai Pink, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (25/8/2026). Ikan laut dalam yang kerap dijuluki "ikan kiamat" itu pertama kali dilihat oleh pengunjung yang datang untuk berkemah di kawasan wisata tersebut.

Kepala Wilayah Dusun Telone, Desa Sekaroh, Sahlan, membenarkan penemuan itu. Menurutnya, ikan berbadan panjang, pipih, dan berkilau tersebut langsung menarik perhatian warga dan pengunjung yang berada di lokasi.

Mengapa Kemunculan Oarfish Sering Dikaitkan dengan Bencana?

Fenomena oarfish memang kerap memicu spekulasi di media sosial. Dalam kepercayaan masyarakat Jepang, ikan ini dianggap sebagai pembawa pesan dari istana dewa laut dan menjadi pertanda akan datangnya gempa bumi atau tsunami.

Namun, Kepala DKP NTB, Muslim, menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah. Ia meminta warga tidak mempercayai mitos yang menghubungkan kemunculan oarfish dengan musibah besar.

"Mitos ini bukan saja kita di masyarakat kecil Indonesia atau masyarakat kecil di NTB. Di negara-negara lain pun dianggap sebagai mitos tanda-tanda akan ada musibah gempa, gelombang tinggi. Tapi secara ilmiah belum bisa dibuktikan," kata Muslim.

Faktor Ilmiah di Balik Terdamparnya Ikan Laut Dalam

Muslim menjelaskan, oarfish merupakan spesies yang hidup di kedalaman ratusan hingga ribuan meter di bawah permukaan laut. Kondisi lingkungan yang berubah drastis menjadi penyebab paling mungkin ikan ini muncul ke permukaan hingga akhirnya terdampar.

"Perubahan arus bawah laut, suhu, tekanan, serta dinamika oseanografi yang ekstrem dapat membuat ikan tersebut melemah hingga akhirnya terdampar di pesisir," jelasnya.

Ukuran empat meter dari ikan yang ditemukan di Pantai Pink ini masih tergolong kecil. Oarfish dewasa diketahui dapat tumbuh hingga mencapai panjang lebih dari 10 meter, menjadikannya salah satu ikan bertulang terpanjang di dunia.

Fenomena Langka yang Layak Diteliti Lebih Lanjut

DKP NTB menilai kemunculan oarfish di pesisir Lombok Timur merupakan peristiwa langka yang justru memiliki nilai kajian ilmiah tinggi. Pihaknya mendorong akademisi, peneliti, dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Penelitian tersebut diharapkan mampu mengungkap faktor-faktor spesifik yang menyebabkan ikan laut dalam terdampar di perairan dangkal. Selain itu, oarfish juga bukan termasuk komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi dan tidak berbahaya bagi manusia.

Kondisi Warga Tetap Kondusif Usai Penemuan Ikan Oarfish

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sekaroh, Budi Muliawan, membenarkan penemuan tersebut. Ia memastikan warga sekitar tidak mempercayai anggapan bahwa oarfish merupakan pertanda pasti datangnya gempa atau bencana besar.

Meski sempat terjadi kehebohan dan spekulasi di media sosial, kondisi masyarakat di kawasan Pantai Pink dilaporkan tetap kondusif dan tidak panik. Ikan yang ditemukan tersebut kabarnya langsung dibawa pulang oleh orang yang menemukannya.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarjakarta.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks