Pencarian

Program Molinas Resmi Diluncurkan, Ini 4 Syarat Motor Listrik yang Bisa Ikut Serta

Senin, 24 Agustus 2026 • 09:04:01 WIB
Program Molinas Resmi Diluncurkan, Ini 4 Syarat Motor Listrik yang Bisa Ikut Serta
Presiden Prabowo Subianto meresmikan peluncuran program motor listrik nasional (Molinas) di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Jawa Barat.

NUSA TENGGARA BARAT — Peluncuran Molinas beserta ekosistem pendukungnya dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun industri motor listrik dari hulu ke hilir.

"Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis tanggal 13 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar. Secara resmi saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, luncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukung," ucapnya saat peresmian.

Empat Syarat yang Wajib Dipenuhi Sekaligus

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menetapkan bahwa sebuah motor listrik baru bisa disebut Molinas bila memenuhi seluruh persyaratan berikut:

  • Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 60 persen, mencakup komponen utama seperti powertrain, frame atau struktur, serta plastik dan body panel
  • Desain dan rekayasa dikembangkan di dalam negeri
  • Menggunakan baterai berbasis nikel untuk mendukung hilirisasi nasional
  • Harga terjangkau sesuai kebutuhan pasar domestik

Fokus utama program ini bukan sekadar menjual unit, melainkan membangun kemampuan desain, engineering, manufaktur, teknologi, serta rantai pasok dalam negeri.

Dua Merek Lokal Sudah Gabung, Skema Pembiayaan Masih Dirampungkan

Sejauh ini ada dua merek dalam negeri yang menjadi bagian dari program Molinas, yaitu Alva dan Gesits. Keduanya masih dalam tahap penyelesaian skema pembiayaan untuk menekan harga jual sebelum resmi dilepas ke pasar.

Kapasitas produksi Molinas ditargetkan mencapai 100 ribu unit per tahun. Target itu masih jauh dari proyeksi permintaan pasar.

Permintaan Diprediksi Tembus 1,5 Juta Unit pada 2028

Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian Atong Soekirman memperkirakan permintaan motor listrik akan melompat signifikan dalam dua tahun ke depan. "Total permintaan motor listrik 2028 diperkirakan mencapai 1,5 juta unit," ujarnya di Jakarta, Kamis (20/8).

Angka itu berbanding terbalik dengan populasi motor listrik yang baru terisi 229.554 unit hingga Desember 2025. Sementara itu, populasi motor konvensional di Indonesia sudah mencapai 145,25 juta unit—artinya ruang pertumbuhan masih sangat lebar.

Dampak Ekonomi: Hemat Subsidi BBM Rp82 Triliun hingga 215 Ribu Lapangan Kerja

Pemerintah memproyeksikan program ini akan menghemat subsidi BBM sebesar Rp82,2 triliun sepanjang 2027 hingga 2037, dengan asumsi 11 juta unit beroperasi pada 2037. Ekosistem Molinas juga diperkirakan memberi nilai ekonomi hingga Rp150 triliun sepanjang 2026 sampai 2031.

Dari sisi ketenagakerjaan, program ini berpotensi menciptakan sekitar 215 ribu lapangan kerja di sektor manufaktur, komponen, baterai, dan infrastruktur pengisian daya. Neraca perdagangan disebut ikut menguat lewat substitusi impor minyak senilai Rp45 triliun.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks