Pencarian

Harga Emas Antam Naik Rp 80.000 ke Rp 2,725 Juta per Gram, Pegadaian dan Hartadinata Ikut Menguat

Kamis, 20 Agustus 2026 • 16:51:01 WIB
Harga Emas Antam Naik Rp 80.000 ke Rp 2,725 Juta per Gram, Pegadaian dan Hartadinata Ikut Menguat
Harga emas Antam di gerai resmi tercatat naik Rp 80.000 menjadi Rp 2.725.000 per gram pada perdagangan hari ini.

NUSA TENGGARA BARAT — Lonjakan harga emas Antam ini diikuti oleh kenaikan harga buyback atau beli kembali yang juga naik Rp 80.000 ke level Rp 2.585.000 per gram. Angka ini merupakan nominal yang diterima konsumen ketika menjual kembali emas batangannya ke gerai Antam, sementara harga jual resmi yang dipatok untuk pembeli tercatat di angka Rp 2.725.000 per gram.

Penguatan harga emas domestik terjadi setelah harga emas dunia sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua bulan. Pada perdagangan Kamis pagi, harga emas spot tercatat turun 0,6 persen ke posisi US$ 4.495,69 per ons, setelah sebelumnya sempat melonjak lebih dari 4 persen dan menyentuh level US$ 4.525,79 per ons.

Sentimen Utang AS dan Dolar yang Melemah

Koreksi harga emas dunia kali ini dinilai sebagai fase konsolidasi wajar setelah lonjakan besar. Head of Global Macro Tastylive, Ilya Spivak, mengatakan pasar biasanya membutuhkan penyesuaian setelah pergerakan signifikan. Ia menilai jika harga emas mampu bertahan di atas kisaran US$ 4.400 hingga US$ 4.500, momentum kenaikan kemungkinan besar akan berlanjut.

Di balik volatilitas ini, ada faktor besar yang menopang harga emas: kebijakan Departemen Keuangan AS yang mengumumkan akan melipatgandakan skala operasi pembelian kembali atau buyback untuk surat utang dan obligasi berdurasi panjang. Langkah ini melemahkan dolar AS dan menurunkan imbal hasil obligasi, yang pada akhirnya mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti emas.

Kekhawatiran fiskal juga semakin nyata. Total utang pemerintah AS yang beredar kini telah melampaui US$ 40 triliun atau setara Rp 710.900 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah. Analis Marex, Edward Meir, menyebut meningkatnya kekhawatiran stabilitas pasar keuangan dan ketidakmampuan memangkas belanja fiskal menjadi faktor yang sangat mendukung kenaikan harga emas jangka panjang.

Harga Emas di Pegadaian Ikut Terkerek Naik

Di pasar domestik, penguatan harga emas juga terlihat di Pegadaian. Berdasarkan data laman Pegadaian pada pukul 10.40 WIB, harga emas Antam yang dijual di Pegadaian mencapai Rp 2.766.000 per gram, naik Rp 81.000 dari perdagangan sebelumnya. Emas UBS dibanderol Rp 2.772.000 per gram atau naik Rp 55.000, sementara emas Galeri24 naik Rp 53.000 menjadi Rp 2.698.000 per gram.

Adapun harga emas yang dijual di Pegadaian ini bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar. Produk emas Antam di Pegadaian tersedia dalam berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga ukuran yang lebih besar, begitu pula dengan produk Galeri24 dan UBS.

Proyeksi The Fed dan Nasib Harga Emas ke Depan

Para pelaku pasar saat ini tengah mencermati langkah bank sentral AS. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, terdapat peluang 67 persen The Fed akan mempertahankan suku bunga dan peluang 33 persen untuk kenaikan suku bunga pada September mendatang. Risalah rapat The Fed bulan lalu menunjukkan "beberapa" pembuat kebijakan menyatakan kesiapan untuk menaikkan suku bunga jika inflasi kembali menguat.

Meski emas umumnya dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil berkala. Namun, dengan harga emas Antam yang masih jauh dari rekor tertingginya di level Rp 3.168.000 per gram pada Januari 2026 lalu, ruang penguatan masih terbuka lebar bagi investor yang ingin menambah porsi emas dalam portofolionya.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks