LEMBAR — Ratusan penumpang KMP Putri Yasmin yang selamat dari kebakaran di Perairan Lombok-Bali terus dievakuasi ke daratan hingga Rabu (12/8/2026) malam. Di tengah kekacauan evakuasi itu, satu kisah heroik muncul dari seorang ibu asal Gunungsari, Lombok Barat, yang bertahan hidup sambil menggendong bayinya di tengah ganasnya arus laut.
Sintia, bersama suaminya Agus dan bayi mereka yang masih berusia tujuh bulan, menjadi bagian dari ratusan penumpang yang terombang-ambing selama berjam-jam sebelum akhirnya diselamatkan. Perjuangan mereka bertambah berat karena arus laut membawa keluarga ini hingga ke perairan Australia.
Bergantian Menggendong Bayi agar Tetap Mengambang
Denik, kakak kandung Sintia, menceritakan bahwa adiknya tersebut harus berjuang keras menjaga buah hatinya tetap selamat selama delapan jam di laut. Kondisi itu memaksa Sintia untuk berpikir cepat demi menyelamatkan bayinya.
"Adik saya ngambang, terus bayinya ditaruh di perut biar dia tetap sadar," kata Denik di Pelabuhan Lembar, Rabu (12/8/2026).
Namun, bertahan berjam-jam di laut sambil membawa bayi bukan perkara mudah. Sintia dan Agus pun bergantian menggendong bayi mereka agar tidak tenggelam. Meski demikian, sang buah hati sempat pingsan akibat terus terombang-ambing oleh derasnya arus.
"Suaminya gendong anaknya, saling bergilir. Balita ini sempat pingsan karena terombang ambing arus laut," tutur Denik.
Diselamatkan Penumpang Lain Saat Hampir Tenggelam
Kondisi Sintia semakin kritis ketika arus membawanya semakin jauh dari lokasi kebakaran kapal. Saat tenaganya mulai habis dan hampir tenggelam, seorang penumpang lain yang pandai berenang datang memberikan pertolongan.
"Dia tenggelam, diselamatin bapak-bapak yang bisa berenang," katanya.
Setelah berhasil diselamatkan, Sintia kemudian bergabung dengan enam korban lain yang juga hanyut di laut. Mereka saling berpegangan dan menarik satu sama lain agar tidak tercerai-berai terbawa arus.
"Dia kerja sama dengan enam orang katanya. Dia berenam itu saling tarik, saling tolong katanya," ujar Denik.
Dievakuasi Kapal Parama Kalyani ke Pelabuhan Lembar
Setelah berjam-jam bertahan di tengah laut, Sintia bersama bayinya akhirnya dievakuasi menggunakan Kapal Parama Kalyani. Keduanya tiba di Pelabuhan Lembar pada Rabu malam dalam kondisi kelelahan.
Karena membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, Sintia dan bayinya langsung dirujuk ke RSUD NTB. Petugas kepolisian dan SAR masih terus melakukan pendataan serta evakuasi terhadap seluruh penumpang KMP Putri Yasmin yang menjadi korban kebakaran di perairan Lombok-Bali.