Pencarian

Bisnis Burung Kicau di Lombok Tembus Rp80 Juta per Ekor, Komunitas Jadi Pemicu Harga Melambung

Senin, 10 Agustus 2026 • 13:45:31 WIB
Bisnis Burung Kicau di Lombok Tembus Rp80 Juta per Ekor, Komunitas Jadi Pemicu Harga Melambung
Seorang peserta memamerkan burung kicau peliharaannya saat latihan bersama di Taman Budaya NTB, Mataram, pekan lalu.

MATARAM — Geliat ekonomi dari hobi memelihara burung kicau di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah menunjukkan potensi yang besar. Di sela-sela latihan bersama komunitas pecinta burung di Taman Budaya NTB, Mataram, pekan lalu, terungkap fakta mengejutkan tentang nilai jual burung berkicau yang bisa mencapai puluhan juta hingga Rp80 juta per ekor.

Fenomena ini tidak hanya menghidupkan suasana arena lomba, tetapi juga membuka mata banyak pihak akan peluang bisnis yang selama ini mungkin dianggap remeh. Aktivitas yang tampak seperti hobi semata ini ternyata menggerakkan roda ekonomi dari transaksi jual-beli burung hingga industri pendukungnya.

Harga Murai Batu di NTB Tembus Rp80 Juta, Siapa Pembelinya?

Tingginya animo masyarakat terhadap burung kicau, khususnya Murai Batu, membuat harganya melambung tinggi. Zaki (30), seorang peserta latihan bersama di Mataram, mengungkapkan bahwa harga burung kicau di NTB bisa mencapai angka fantastis.

“Harga burung di NTB ada yang sampai Rp80 juta,” tuturnya kepada GlobalFMLombok.com.

Menurut Zaki, hadiah perlombaan yang besar memang menjadi daya tarik. Namun, nilai jual burung yang tinggi jauh lebih menjanjikan. “Ini cuma latihan bersama. Tapi tetap pakai tiket Rp20 ribu. Kalau yang pertandingan ada yang Rp500 ribu, ada yang hadiahnya motornya. Di Jawa hadiahnya mobil tiketnya Rp50 juta,” imbuhnya.

Modal Rp6,5 Juta, Laku Dijual Rp28 Juta dalam Lima Bulan

Kisah sukses diraup oleh Ari (47), seorang peserta asal Gerung, Lombok Barat. Pria yang mengaku menekuni hobi ini sejak kecil karena pengaruh sang ayah ini pernah meraup untung besar dari menjual burung rawatannya.

“Itu saya rawat cuma lima bulan. Burungnya beli di Jawa. Saya beli dengan harga Rp6,5 juta,” terangnya.

Burung tersebut akhirnya laku terjual seharga Rp28 juta. Ari menilai pasar jual-beli burung berkicau sangat prospektif, dengan pembeli yang datang dari berbagai kalangan.

“Kebanyakan bos-bos. Kita kan cuma akar rumput. Otomatis mengikuti aja,” kata Ari.

Peran Komunitas Radjawali dalam Meningkatkan Nilai Jual Burung

Perkembangan hobi ini tidak lepas dari peran aktif komunitas, salah satunya Komunitas Radjawali. Kelompok ini secara rutin memfasilitasi para penggemar burung melalui ajang latihan bersama hingga kompetisi resmi yang melibatkan juri profesional.

Erwin, salah satu panitia latihan bersama Komunitas Radjawali, menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan tim penilai yang objektif untuk setiap perlombaan.

“Jurinya dari sini. Kecuali ada event besarnya baru ada juri dari luar,” ungkap Erwin.

Proses penilaian yang ketat dan terukur ini menjadikan prestasi burung semakin kredibel. Alhasil, burung yang kerap menjuarai lomba resmi memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan burung biasa.

Bukan Sekadar Bisnis, tetapi Butuh Kesabaran dan Pemahaman Karakter

Meski potensi bisnisnya menggiurkan, para penghobi menegaskan bahwa kecintaan pada burung tetap menjadi alasan utama. Zaki menekankan bahwa memelihara burung butuh kesabaran dan pemahaman mendalam karena setiap burung memiliki karakter yang unik.

“Tergantung karakter burungnya. Kalau memang petarung, ya, petarung. Kalau dia memang bukan petarung, diapa-apain saja tidak bisa bertarung,” kata Zaki.

Keberadaan komunitas seperti Radjawali menjadi wadah penting bagi para penggemar untuk bertukar ilmu, menguji kualitas burung, dan merawat hobi sekaligus mengembangkan potensi ekonomi di Mataram. (sib)

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: globalfmlombok.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks