NUSA TENGGARA BARAT — Rencana penggabungan BUMN Karya kembali mengalami pergeseran jadwal. Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyatakan target awal yang dipatok pada pertengahan tahun ini tidak tercapai dan akan diundur ke kuartal keempat 2026.
"Yang tertunda itu di BUMN Karya, awalnya kan Juni ya. Kemungkinan nanti akan digeser menjadi di kuartal keempat. Karena masih banyak restrukturisasi yang harus diselesaikan," ujar Dony di Kompleks DPR RI, Senin (8/6/2026).
Proses Restrukturisasi Jadi Penghambat Utama
Menurut Dony, sejumlah perusahaan pelat merah di sektor karya masih menjalani proses restrukturisasi internal. Ia tidak merinci perusahaan mana saja yang dimaksud, namun menegaskan bahwa tahapan ini menjadi prasyarat sebelum merger dapat dieksekusi.
Restrukturisasi yang dimaksud mencakup penataan ulang portofolio proyek, penyelesaian kewajiban keuangan, hingga efisiensi struktur organisasi. Proses ini dinilai krusial agar entitas hasil merger nantinya memiliki fundamental yang sehat.
Target Akhir Tahun Tetap Dikejar
Meski jadwal molor, Dony mengaku optimistis merger akan rampung pada Kuartal IV-2026. Ia menyebut koordinasi antara BP BUMN, Kementerian BUMN, dan direksi perusahaan terkait terus dipercepat.
Konsolidasi BUMN Karya sendiri sudah direncanakan sejak beberapa tahun lalu sebagai bagian dari strategi pemerintah memperkuat daya saing perusahaan konstruksi nasional. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan skala usaha yang lebih besar dan efisiensi biaya operasional.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari masing-masing BUMN Karya mengenai perkembangan restrukturisasi yang mereka jalani. Investor dan pelaku pasar pun masih menunggu kepastian skema merger yang akan diterapkan.