PRAYA — Peluncuran forum ini dilakukan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M Iqbal, bersama perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta pemerintah daerah setempat. Acara digelar di Jakarta, Jumat (5/6/2026), sebagai bagian dari strategi kolaboratif menekan prevalensi stunting di Lombok Tengah.
Berdasarkan data yang dihimpun, sasaran penerima manfaat Makanan Bergizi (MBG) 3B di Kecamatan Praya Timur mencapai 6.239 orang. Rinciannya, 768 ibu hamil, 1.538 ibu menyusui, dan 3.933 balita. Angka ini menjadi dasar pembentukan forum yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari PKK, Tim Pendamping Keluarga, kader Posyandu, tenaga kesehatan, hingga dunia usaha dan tokoh masyarakat.
Bukan Sekadar Bagi-Bagi Makanan
Sinta M Iqbal menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak bisa diukur semata dari jumlah makanan yang dibagikan. "Tetapi juga dari perubahan kondisi kesehatan dan status gizi masyarakat yang menerima manfaat," ujarnya dalam keterangan resmi. Ia menekankan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kurang gizi, melainkan persoalan kualitas generasi masa depan yang harus ditangani secara bersama-sama.
Pernyataan ini menggarisbawahi pergeseran paradigma dari sekadar distribusi bantuan menjadi intervensi gizi yang terukur. Forum ini diharapkan menjadi wadah edukasi berkelanjutan, bukan sekadar program seremonial.
Gotong Royong Ala "Orang Tua Asuh"
Ketua Forum Mitra SPPG Kecamatan Praya Timur, Lalu Suparlan, menjelaskan bahwa forum ini dibentuk sebagai wadah gotong royong. "Kami ingin para mitra tidak hanya hadir sebagai pendukung program, tetapi menjadi bagian dari solusi," katanya. Semangat yang dibangun adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), di mana kepedulian terhadap tumbuh kembang anak dan kesehatan keluarga menjadi tanggung jawab bersama.
Melalui forum ini, distribusi makanan bergizi tidak berhenti pada pemberian. Setiap paket makanan juga dijadikan sarana edukasi mengenai gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang anak. Para kader Posyandu dan tenaga kesehatan akan menjadi garda terdepan dalam pendampingan ini.
Model Kolaborasi untuk Generasi Unggul
Gerakan "Praya Timur Bebas Stunting" diharapkan bisa menjadi model kolaborasi yang membangun kepedulian sosial. Dengan menggabungkan program MBG 3B dan Genting, pemerintah daerah dan mitra pembangunan berupaya membangun generasi unggul yang dimulai dari keluarga sehat. Fokus utama tetap pada kelompok prioritas 3B—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—yang berada di periode emas 1.000 HPK, fase yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan.