MATARAM — Ratusan keluarga di NTB kini diliputi duka dan kekhawatiran setelah kabar duka ini tiba. Data dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) NTB mencatat total 11 jamaah wafat, dengan mayoritas disebabkan oleh faktor kelelahan dan penyakit bawaan yang kambuh selama prosesi haji.
Penyebab Meninggalnya Jamaah Haji NTB
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag NTB, Lalu Adi Gunawan, mengonfirmasi bahwa seluruh jamaah yang wafat telah menjalani proses pemulasaraan di Arab Saudi. “Penyebabnya mayoritas karena kelelahan ekstrem dan komplikasi penyakit kronis seperti jantung dan diabetes,” jelasnya.
Kondisi 12 Jamaah yang Masih Dirawat
Dari 12 jamaah yang masih dirawat, tiga di antaranya berada di rumah sakit di Mekkah, sementara sembilan lainnya dirawat di Madinah. Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) terus memantau kondisi mereka. “Kami pastikan semua mendapat penanganan maksimal. Sebagian sudah mulai membaik dan akan segera bergabung dengan kloter,” tambah Lalu Adi.
Kapan Jamaah Haji NTB Mulai Dipulangkan?
Proses pemulangan jamaah haji asal NTB dijadwalkan secara bertahap mulai pekan depan. Namun, bagi jamaah yang masih menjalani perawatan, pemulangan akan disesuaikan dengan hasil observasi medis. Pihak Kemenag memastikan akan ada pendampingan khusus bagi keluarga jamaah yang wafat maupun yang sakit.
Apa yang Harus Dilakukan Keluarga di NTB?
Kemenag NTB telah membuka posko informasi di Kantor Wilayah setempat. Keluarga jamaah yang ingin menanyakan kondisi anggota keluarganya bisa menghubungi hotline yang disediakan. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPKH untuk memproses hak-hak jamaah yang wafat, termasuk asuransi,” pungkas Lalu Adi.