Pencarian

Mataram Tata DAS Jangkuk Karang Baru Jadi Pusat Wisata Waterfront

Senin, 04 Mei 2026 • 20:25:01 WIB
Mataram Tata DAS Jangkuk Karang Baru Jadi Pusat Wisata Waterfront

MATARAM — Pemerintah Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, mulai merealisasikan pengembangan Daerah Aliran Sungai (DAS) Jangkuk sebagai pusat ekonomi baru berbasis wisata air. Lurah Karang Baru, Bilyadi Idul Islam, mengonfirmasi proyek bertajuk Waterfront Economic Frontier ini tengah memasuki tahap konstruksi fisik pada Minggu (3/5/2026).

Penataan dilakukan secara bertahap dengan fokus awal pada pembuatan batu beronjong serta pembebasan lahan untuk akses jalan di pinggir kali. Kawasan ini diproyeksikan menjadi bagian vital dari Zona Tengah dalam konsep koridor hijau-biru (Green–Blue Corridor) yang dicanangkan Pemerintah Kota Mataram.

Langkah ini diambil untuk mengubah wajah sungai yang selama ini identik dengan area belakang rumah menjadi beranda depan kota yang produktif. Integrasi antara ruang hidup, aktivitas ekonomi, dan sektor pariwisata menjadi pilar utama dalam transformasi kawasan tersebut.

Progres Konstruksi dan Penataan Jalur Pedestrian DAS Jangkuk

Bilyadi Idul Islam menjelaskan bahwa posisi Kelurahan Karang Baru sangat strategis dalam pengembangan wisata air ini. Dari sembilan lingkungan yang ada di wilayahnya, empat di antaranya bersentuhan langsung dengan aliran DAS Jangkuk, sehingga potensi pengembangannya sangat besar.

“Terkait penataan DAS Jangkuk di Kelurahan Karang Baru memang sudah berjalan, tetapi secara bertahap. Saat ini masih tahap pembuatan batu beronjong dan pembebasan jalan di pinggir kali,” ujar Bilyadi, Minggu (3/5/2026).

Rencana induk pembangunan mencakup fasilitas fisik yang komprehensif. Mulai dari pembangunan deck wisata, dermaga kecil untuk perahu, hingga penataan jalur pedestrian yang aman. Fasilitas ini dirancang agar terintegrasi dengan pemukiman warga guna memastikan aksesibilitas wisatawan tetap terjaga.

Strategi Ekonomi Kreatif dan Potensi Wisata Arung Jeram

Selain infrastruktur fisik, keberhasilan proyek ini bertumpu pada pemberdayaan masyarakat lokal. Pemerintah kelurahan merencanakan penyediaan kawasan kuliner khusus dan kios UMKM. Titik-titik ekonomi ini disiapkan untuk menangkap peluang dari arus wisatawan arung jeram yang melintasi wilayah Karang Baru.

Bilyadi menekankan bahwa pihak kelurahan terus mengawal jalannya pembangunan meskipun anggaran berada di bawah kendali dinas terkait. Hal ini dilakukan agar aspek fungsional bagi warga sekitar tetap menjadi prioritas utama di tengah modernisasi kawasan sungai.

“Sepanjang dari sisi lingkungan terpenuhi dan pemberdayaan masyarakat bisa berjalan, saya rasa ini sangat memungkinkan,” tambahnya terkait potensi keberlanjutan proyek tersebut.

Visi Sungai Sebagai Sumber Kehidupan Masyarakat Mataram

Revitalisasi ini juga menyasar perbaikan ekosistem melalui penguatan vegetasi tropis di sempadan sungai. Kelestarian lingkungan dipandang sebagai modal utama agar daya tarik wisata air tetap berkelanjutan dalam jangka panjang. Kolaborasi antara pemerintah kota dan warga menjadi syarat mutlak visi ini.

Esensi dari seluruh penataan DAS Jangkuk bukan sekadar mempercantik kota, melainkan menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi penduduk lokal. Sungai harus dikembalikan fungsinya sebagai urat nadi kehidupan yang menghidupi warga di sekitarnya.

“Kunci dari penataan DAS Jangkuk adalah penguatan ekonomi masyarakat. Sungai harus kembali menjadi sumber kehidupan, bukan sekadar saluran air,” pungkas Bilyadi.

Bagikan
Sumber: suarantb.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks