NUSA TENGGARA BARAT — Tiga titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih belum padam di Jawa Timur, mencakup kawasan Gunung Bromo, Gunung Buthak-Gunung Kawinajang, dan Gunung Lawu. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, menyebut tim gabungan terus melakukan penyisiran serta pembasahan di area terdampak. Total lahan terbakar di tiga lokasi itu mencapai lebih dari 1.000 hektare per Selasa (15/9).
Kawasan Bromo menjadi titik karhutla dengan luas terbakar terbesar yang dilaporkan BPBD Jatim. Api masih menyala di area Jemplang, salah satu jalur menuju kawah Bromo. Tim gabungan dikerahkan untuk menyisir dan membasahi area bekas terbakar guna mencegah api muncul kembali.
"Karhutla di kawasan Bromo saat ini masih terjadi di area Jemplang. Tim gabungan tetap melaksanakan penyisiran dan pembasahan pada area terdampak sebagai upaya antisipasi terhadap potensi munculnya kembali api," kata Satriyo, Selasa (15/9).
Luas lahan yang telah dihanguskan di kawasan Bromo lebih dari 200 hektare. Pemadaman dilakukan dengan alat gepyok dan drone water spray.
Gunung Buthak-Kawinajang: 800 Hektare Terbakar
Karhutla di kawasan Gunung Buthak-Gunung Kawinajang tercatat sebagai yang terluas. Titik api berada di Savana Gunung Buthak, Kabupaten Malang, dan sisi selatan Gunung Kawinajang, Blitar.
Operasi water bombing dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi ini. Helikopter PK-DAP melakukan penyemprotan dengan kapasitas bucket 1.000 liter sebanyak 12 kali.
"Titik api berada di wilayah Savana Gunung Buthak, Kabupaten Malang dan sisi Selatan Gunung Kawinajang Blitar. Saat ini, tim darat dari personel gabungan Kabupaten Blitar melakukan penanganan," jelas Satriyo.
Luas area terbakar di kawasan ini mencapai 800 hektare. Tim darat dari personel gabungan Kabupaten Blitar dikerahkan untuk penanganan di sisi selatan Gunung Kawinajang.
Gunung Lawu: Titik Api Baru, 2 Hektare Terbakar
Karhutla di Gunung Lawu baru terpantau Senin, 14 September 2026, pukul 09.00 WIB. Lokasinya berada di perbatasan Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Magetan, dengan Desa Karangrejo, Kecamatan Kendal, Ngawi.
Kebakaran masuk di Petak 50 dan Petak 44 RPH Jabung. Pada pukul 09.12 WIB, titik api di Watu Gede, Magetan, dilaporkan telah padam.
"Pukul 09.12 WIB pagi tadi, titik api di Watu Gede, Kabupaten Magetan, dilaporkan telah padam. Saat ini wilayah Gunung Lawu Kabupaten Magetan tidak terpantau adanya titik api. Dampak luas area terbakar yakni 2 Hektare (Ha)," terang Satriyo.
Personel BPBD Jatim dan BPBD Magetan melakukan asesmen serta koordinasi dengan perangkat desa setempat. Tim pemadam gabungan membuat ilaran di sekitar perbatasan Magetan-Ngawi dan menyisir bara api yang masih tersisa.
Apa Dampaknya bagi Pendaki dan Wisatawan?
Kawasan Bromo dan Gunung Lawu termasuk destinasi pendakian favorit di Jawa Timur. Karhutla di area Jemplang berpotensi mengganggu akses menuju kawah Bromo, terutama bagi wisatawan yang melintasi jalur tersebut.
Bagi pendaki Gunung Lawu, jalur via Magetan dan Ngawi perlu diwaspadai karena titik api berada di perbatasan kedua kabupaten. Pendaki disarankan memantau informasi terkini dari BPBD setempat sebelum berangkat.
BPBD Jatim belum merilis informasi resmi soal penutupan jalur pendakian atau kawasan wisata. Wisatawan yang hendak ke Bromo atau Lawu dalam waktu dekat dapat mengonfirmasi status terkini via dinas pariwisata dan BPBD daerah masing-masing.
Penyebab dan Pola Karhutla di Jawa Timur
Karhutla di kawasan pegunungan Jawa Timur umumnya dipicu cuaca kering dan aktivitas manusia. Savana Gunung Buthak dan lereng Gunung Lawu termasuk area yang rawan terbakar saat musim kemarau.
BPBD Jatim mengerahkan kombinasi pemadaman darat dan udara. Drone water spray digunakan di Bromo, sementara helikopter water bombing diterjunkan ke Gunung Buthak-Kawinajang.
Hingga Selasa (15/9), belum ada laporan korban jiwa dari ketiga lokasi karhutla. Pemantauan titik api terus dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan api baru.