NUSA TENGGARA BARAT — MPLS di SNT 3 IKN ini berlangsung selama lima hari, 10–14 Agustus 2026, dan tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah. Kurikulum awal mencakup materi pemilahan sampah, robotika, hingga pengenalan perencanaan dan pembangunan IKN, yang dirancang untuk membekali siswa dengan kompetensi global sejak hari pertama.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menargetkan sekolah ini bisa melampaui standar regional dan menjadi rujukan nasional. "Saya ingin SNT 3 ini menjadi sekolah unggulan tidak hanya di Kaltim tapi di nasional. Semua fokus pada tupoksinya, mata pelajarannya, cara mengajarnya, menjadi sekolah unggulan," ujarnya saat pembukaan.
Target 500 Sekolah Hingga 2029 dan Perluasan Akses
SNT 3 IKN merupakan bagian dari Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, pemerintah telah mengoperasikan 17 SNT yang tersebar di 14 provinsi secara serentak.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan pembangunan 500 layanan SNT secara bertahap hingga 2029. Program ini dirancang bukan sekadar membangun gedung sekolah baru, melainkan ekosistem yang mengintegrasikan pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, pembinaan karakter, hingga penjaminan mutu.
Pembelajaran STEAM dan Target Kompetisi Internasional
Model pembelajaran di SNT 3 IKN mengacu pada kurikulum nasional yang diperkaya dengan pendekatan science, technology, engineering, arts, and mathematics (STEAM), olahraga, dan penguatan bahasa asing. Pendekatan ini diharapkan mendorong siswa berdaya saing di level global.
Davina Ruth Stefany, salah satu siswa SMA SNT 3 IKN, menargetkan diri untuk menembus kompetisi internasional. "Saya berharap bisa mengembangkan bakat saya dan mengikuti kompetisi tingkat nasional dan internasional serta mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris," kata Davina.
Peran Kepala Daerah dalam Program SNT
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Ia menyebut para siswa, guru, dan kepala daerah sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Kalian semua para murid, guru dan Kepala Daerah adalah pionir dan mitra kami untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden, jajaran Kabinet dan Menko PMK yang telah mendukung program ini," ungkap Menteri Abdul Mu’ti.
SNT 3 IKN juga diarahkan menjadi pusat pengembangan mutu bagi sekolah-sekolah di wilayah sekitarnya. Dengan begitu, dampak kehadiran sekolah ini diharapkan tidak hanya dirasakan oleh 82 siswa angkatan pertama, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh di Kalimantan Timur.