MATARAM — Gubernur NTB memanfaatkan peringatan Hari Lahir Pancasila ke-2026 untuk menggaungkan tiga pesan perdamaian yang ditujukan ke komunitas internasional. Peringatan yang berlangsung di halaman kantor Gubernur NTB itu tidak hanya dihadiri jajaran Forkopimda, tetapi juga perwakilan organisasi masyarakat dan duta perdamaian dari beberapa negara sahabat.
Tiga Pesan yang Disuarakan dari Lombok
Pesan pertama yang disampaikan adalah pentingnya dialog antarbudaya sebagai fondasi perdamaian. Gubernur menekankan bahwa NTB, dengan keragaman etnis dan agama yang hidup berdampingan, adalah contoh nyata bahwa perbedaan bukanlah sumber konflik melainkan kekuatan kolektif.
Pesan kedua mengajak dunia untuk menolak kekerasan atas nama apa pun. Menurut Gubernur, nilai-nilai Pancasila mengajarkan bahwa kemanusiaan yang adil dan beradab harus menjadi landasan utama dalam setiap hubungan antarbangsa.
Pesan ketiga menekankan pentingnya solidaritas global dalam menghadapi krisis kemanusiaan. NTB, yang pernah dilanda gempa dahsyat pada 2018 dan mendapat bantuan dari berbagai negara, kini ingin menjadi pihak yang aktif menebar solidaritas.
Pancasila Bukan Sekadar Simbol Seremonial
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila harus melampaui rutinitas tahunan. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah meningkatnya polarisasi global.
"Kita ingin menunjukkan bahwa dari NTB, dari Indonesia, pesan perdamaian itu nyata. Bukan hanya retorika," ujar Gubernur dalam pidatonya. Ia menambahkan bahwa perdamaian harus dimulai dari tingkat komunitas terkecil, seperti di tingkat RT dan RW di seluruh NTB.
NTB sebagai Simbol Toleransi Nasional
Provinsi dengan mayoritas penduduk Muslim ini kerap disebut sebagai contoh keberhasilan kerukunan umat beragama. Interaksi harmonis antara komunitas Hindu, Buddha, dan Kristen di beberapa wilayah NTB menjadi bukti bahwa toleransi bukan sekadar wacana.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini juga dirangkai dengan pameran budaya dan produk UMKM dari berbagai daerah di NTB. Kegiatan itu diharapkan memperkuat identitas lokal sekaligus mempromosikan NTB sebagai destinasi wisata yang menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian.
Apa Langkah Selanjutnya?
Pemerintah Provinsi NTB berencana mengirimkan delegasi ke forum internasional untuk menyuarakan pesan yang sama. Gubernur menyebut bahwa diplomasi budaya akan menjadi salah satu instrumen utama, mengingat NTB memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan kearifan lokal.
Langkah konkret lain yang disiapkan adalah program pertukaran pemuda antardaerah dan antarbangsa. Program ini akan difokuskan pada pengembangan kapasitas dialog dan resolusi konflik bagi generasi muda NTB.