MATARAM — Otoritas perbankan memberikan sinyal positif bagi stabilitas keuangan di Nusa Tenggara Barat. Kepala Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya, Bambang S. Hidayat, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada satupun bank di NTB yang masuk dalam kategori mengkhawatirkan atau akan diserahkan ke LPS untuk proses penanganan.
"Alhamdulillah sampai hari ini NTB masih sangat aman. Tidak ada bank yang dibisikkan ke saya akan diserahkan ke LPS dalam waktu dekat," ujar Bambang dalam Forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) NTB di Mataram, Jumat, 29 Mei 2026.
Rekening Warga NTB Hampir Seluruhnya Dijamin LPS
Data LPS menunjukkan, dari total sekitar 9,7 juta rekening perbankan di NTB per Maret 2026, sebanyak 99,99 persen dijamin penuh oleh negara. Angka ini melampaui rata-rata cakupan nasional yang berada di angka 99,94 persen. Artinya, hampir tidak ada risiko simpanan warga yang tidak tertanggung jika terjadi sesuatu pada bank tempat mereka menabung.
Total nominal simpanan masyarakat di perbankan NTB tercatat mencapai Rp47,3 triliun. Meskipun terjadi sedikit penurunan jumlah rekening pada Maret lalu, Bambang menjelaskan hal itu lebih disebabkan oleh proses pembersihan data (cleansing) yang dilakukan perbankan, termasuk penertiban rekening ganda dan rekening nasabah yang sudah tidak aktif.
"Kalau secara nominal simpanan memang ada sedikit penurunan karena faktor seasonal tadi, tapi secara umum masih tumbuh positif," tambahnya.
Indeks Menabung Naik, Tanda Optimisme Warga
LPS mencatat adanya optimisme masyarakat NTB terhadap kondisi ekonomi. Indeks Menabung Konsumen yang dirilis LPS pada April 2026 naik 0,2 poin menjadi 79,7 dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan ini utamanya didorong oleh meningkatnya indeks kemampuan menabung masyarakat.
"Ada masyarakat yang sebelumnya tidak pernah menabung, sekarang mulai menabung. Artinya kemampuan finansial masyarakat masih cukup baik," ujar Bambang.
Meski demikian, indeks kemauan menabung tercatat sedikit menurun. Hal ini dinilai wajar karena bertepatan dengan tingginya konsumsi rumah tangga pasca-Ramadan dan Idulfitri. Konsumsi masyarakat yang meningkat pada awal tahun menjadi faktor musiman yang mempengaruhi pola belanja dan tabungan warga.
Konsumsi Meningkat, Perbankan Tetap Sehat
Bambang menegaskan, meskipun ada peningkatan belanja masyarakat pada momentum hari raya, kondisi fundamental perbankan di NTB tetap positif. Ia menyebutkan bahwa secara tahunan, jumlah rekening di NTB masih tumbuh 4,32 persen dan nominal simpanan tumbuh 4,38 persen.
"Memang seasonal-nya masyarakat sedang banyak spending atau konsumsi. Tapi kalau melihat data perbankan, kondisinya masih sangat positif," katanya.
Secara nasional, LPS mencatat hingga Mei 2026 sudah terdapat tujuh bank yang dilikuidasi. Sejak 2005 hingga 2025 total bank yang telah dilikuidasi mencapai 147 bank, sehingga keseluruhannya kini mencapai 154 bank. Namun, NTB disebut masih bersih dari persoalan perbankan.
"NTB masih clean and clear, belum ada isu terkait perbankan. Kita berharap kondisi ini terus terjaga di tengah dinamika ekonomi yang ada," pungkas Bambang.