Pencarian

Kisah Moana asal Swiss Masuk Islam di Lombok Timur: Penerbangan Dibatalkan, Singgah ke Tetebatu, Kini Jadi Siti Suraida

Selasa, 26 Mei 2026 • 17:59:24 WIB
Kisah Moana asal Swiss Masuk Islam di Lombok Timur: Penerbangan Dibatalkan, Singgah ke Tetebatu, Kini Jadi Siti Suraida
Moana asal Swiss mengikrarkan syahadat di Lombok Timur dan memilih nama baru Siti Suraida.

LOMBOK TIMUR — Perjalanan Moana ke kawasan wisata kaki Gunung Rinjani itu awalnya tanpa rencana. Ia mengaku semula tak punya agenda mengunjungi Tetebatu. Namun pembatalan penerbangan memaksanya mengubah rute perjalanan.

"Saya tidak berencana datang ke sini. Penerbangan saya dibatalkan dan akhirnya memilih Tetebatu. Sekarang saya merasa semua ini adalah jalan yang Allah tunjukkan," ujarnya usai prosesi syahadat.

Dua Kalimat Syahadat di Hadapan Ratusan Peserta MTQ

Prosesi syahadat berlangsung khidmat di tengah acara penutupan Training Center (TC) MTQ XXXI tingkat Provinsi NTB. Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, bersama Ketua Komisi Fatwa TC MTQ XXXI, TGH Ayudin Nuruddin, memandu langsung pengucapan dua kalimat syahadat.

Moana mengikrarkan keyakinan barunya di hadapan para peserta, pelatih, dan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) yang hadir. Ia memilih nama muslimah Siti Suraida sebagai identitas barunya.

Kedekatan dengan Allah yang Selama Ini Dicari

Menurut Siti Suraida, keputusan menjadi mualaf lahir dari pencarian spiritual yang panjang. Ia merasa Islam menghadirkan kedekatan yang lebih nyata dengan Allah dan memberinya ketenangan batin yang tak pernah ia temukan sebelumnya.

"Melalui Islam saya merasa bisa lebih dekat dengan Allah. Ini adalah hal terindah yang pernah saya rasakan dan saya sangat bersyukur dapat menemukan Islam," tuturnya.

Perubahan Positif yang Menggetarkan Keluarga di Swiss

Keputusan Siti Suraida membawa dampak tak terduga bagi keluarganya di Swiss. Sang ayah yang sebelumnya tidak mempercayai Tuhan mulai menunjukkan ketertarikan terhadap keimanan setelah melihat perubahan positif dalam diri putrinya.

Siti Suraida menuturkan, ayahnya merasa bangga melihat kedamaian yang ia rasakan sejak mendekat kepada Islam. Termasuk saat ia menjalankan salat lima waktu dan membagikan pengalaman spiritualnya kepada keluarga.

Harapan Jadi Inspirasi bagi Pencari Kebaikan

Kini, perempuan asal Swiss itu mengaku merasakan kebahagiaan dan kehangatan hati yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ia berharap perjalanan spiritualnya bisa menginspirasi banyak orang.

"Saya berharap cahaya iman ini bisa membawa manfaat bagi orang lain dan menginspirasi mereka untuk mendengarkan kata hati serta mendekat kepada Allah," ucapnya.

Momen syahadat ini menjadi penutup yang berkesan dalam rangkaian TC MTQ XXXI Lombok Timur. Di tengah persiapan para kafilah menuju ajang MTQ tingkat provinsi, kisah Siti Suraida menghadirkan pesan tentang hidayah yang bisa datang dari arah yang tak pernah diduga.

Bagikan
Sumber: minanews.net

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks