NUSA TENGGARA BARAT — Kepolisian Sektor Sembalun memastikan proses evakuasi terhadap Chye Connsynn belum bisa dilakukan dengan helikopter pada Senin malam. Kondisi cuaca di sekitar kawasan Gunung Rinjani dinilai tidak memungkinkan bagi penerbangan untuk menjangkau titik lokasi korban.
"Sampai saat ini cuaca tidak mendukung sehingga akan dilaksanakan evakuasi besok pagi," kata Kapolsek Sembalun Iptu Lalu Subadri, Selasa (26/5). Rencana awal, korban akan langsung diterbangkan ke rumah sakit di Bali untuk mendapat penanganan medis intensif.
Korban Masih Sadar, Alami Gangguan Tulang Belakang
Kecelakaan terjadi pada pukul 15.39 Wita saat Chye Connsynn tengah melakukan pendakian. Tim gabungan dari kepolisian, Basarnas, dan pengelola taman nasional telah bersiaga di posko bawah untuk mempersiapkan proses evakuasi begitu cuaca membaik.
"Saat ini korban masih berada di Pelawangan Sembalun dalam keadaan selamat, hanya menderita gangguan pada tulang belakang dan masih bisa berkomunikasi," terang Lalu Subadri. Kondisi medis yang dialami korban membutuhkan evakuasi dengan alat angkut udara untuk meminimalkan risiko pergerakan berlebih pada tulang belakang.
Mengapa Evakuasi Darat Tidak Jadi Opsi?
Medan ekstrem di jalur Pelawangan Sembalun menjadi pertimbangan utama tim penyelamat. Proses evakuasi darat dari titik tersebut memakan waktu berjam-jam dengan kontur tanjakan dan turunan curam yang berbahaya bagi pasien cedera tulang belakang. Helikopter dinilai sebagai satu-satunya cara untuk mengevakuasi korban dengan risiko sekecil mungkin.
Kepolisian belum menyebutkan secara pasti kapan jendela cuaca diprediksi memungkinkan. Biasanya, kondisi di kawasan Rinjani pada sore hingga malam hari kerap disertai angin kencang dan kabut tebal yang membatasi jarak pandang pilot.
Berapa Lama Evakuasi Tertunda?
Proses evakuasi yang semula dijadwalkan pada Senin malam resmi diundur hingga Selasa (26/5) pagi. Tim di lapangan akan melakukan evaluasi cuaca secara berkala mulai dini hari untuk menentukan waktu paling aman bagi penerbangan.
Chye Connsynn menjadi salah satu dari puluhan wisatawan asing yang mendaki Gunung Rinjani setiap bulannya. Kawasan ini memang populer di kalangan pendaki mancanegara, namun medan dan cuaca yang berubah cepat kerap menjadi tantangan tersendiri bagi operasi penyelamatan.