Upin & Ipin Kampanye Udara Bersih, Soroti Kabut Asap 29 Wilayah Malaysia

Penulis: Luthfi Hakim  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:32:32 WIB
Karakter animasi Upin dan Ipin merilis poster kampanye digital yang menyerukan hak atas udara bersih bagi anak-anak.

NUSA TENGGARA BARAT — Karakter animasi Upin dan Ipin merilis poster kampanye digital yang menuntut hak atas udara bersih bagi anak-anak di tengah kabut asap lintas negara di Asia Tenggara. Kampanye itu muncul saat 29 wilayah di Malaysia mencatat Indeks Pencemar Udara (API) tidak sehat, dengan Batu Muda di Kuala Lumpur tertinggi di angka 172. Dua tagar yang disematkan, #CleanAirForAll dan #HazeFreeASEAN, menegaskan sasaran kritiknya.

Dalam poster, si kembar digambarkan berbaring santai sambil tersenyum di hamparan rumput hijau. Latar belakangnya awan dan langit biru cerah. Tertulis di poster: "Udara bersih hak semua."

Kalimat penegasan lain menyatakan anak-anak seperti mereka berhak tumbuh besar dengan menghirup udara bersih. Keterangan tertulis yang menyertai unggahan itu menyinggung pemicu utama bencana kabut asap.

Isi Seruan Kampanye

Unggahan tersebut memuat pernyataan lengkap soal tuntutan mereka. "Udara bersih adalah hak semua, tidak peduli di mana kita berada," bunyi pernyataan itu.

"Mari bersama-sama menjaga lingkungan, melindungi hutan, dan menghentikan pembakaran terbuka demi masa depan anak-anak seperti kami," lanjut kutipan tersebut.

Kampanye ini juga menyertakan tagar #CleanAirForAll dan #HazeFreeASEAN. Penyematan tagar itu menjadi sentilan terhadap krisis kabut asap lintas negara yang kerap berulang di Asia Tenggara akibat praktik pembakaran hutan.

29 Wilayah Malaysia Berstatus Tidak Sehat

The Star pada Selasa (20/10) memberitakan 29 wilayah di seluruh Malaysia mencatat API tidak sehat pada pukul 08.00. Batu Muda di Wilayah Federal Kuala Lumpur mencatat angka tertinggi, yakni 172.

Portal Indeks Pencemar Udara Malaysia (APIMS) Departemen Lingkungan Hidup mencatat tujuh wilayah di Johor masuk kategori tidak sehat. Rinciannya Larkin (157), Pasir Gudang (156), Kota Tinggi (154), Kluang (151), Pengerang (151), Tangkak (131), dan Batu Pahat (130).

Di Selangor, lima wilayah mencatat kualitas udara tidak sehat: Johan Setia (171), Petaling Jaya (166), Shah Alam (165), Klang (162), dan Banting (158). Pahang juga mencatat lima wilayah tidak sehat, dengan Rompin di 153, Balok Baru di Kuantan (152), Jerantut (137), Indera Mahkota di Kuantan (125), dan Temerloh (103).

Negeri Sembilan mencatat tiga wilayah tidak sehat: Nilai (165), Seremban (159), dan Port Dickson (145). Di Melaka, Bukit Rambai (163), Alor Gajah (155), dan Bandaraya Melaka (152) masuk kategori sama.

Selain Batu Muda, Cheras di Wilayah Federal Kuala Lumpur mencatat API 164. Di Perak, Tasek Ipoh dan Pegoh Ipoh masing-masing mencatat 155 dan 152.

Mengapa Upin & Ipin Angkat Isu Ini

Upin dan Ipin merupakan karakter animasi asal Malaysia yang sangat populer di Indonesia. Keduanya dikenal lewat seri televisi dan film layar lebar yang menyasar penonton anak-anak.

Kampanye lingkungan ini memperluas peran mereka dari sekadar tokoh hiburan menjadi penyuara isu publik. Pendekatan sindiran halus dipilih ketimbang pernyataan terbuka yang menuding pihak tertentu.

Kabut asap akibat pembakaran hutan memang menjadi persoalan musiman di kawasan Asia Tenggara. Malaysia dan Indonesia beberapa kali saling terkait dalam krisis ini karena angin membawa asap melintasi perbatasan.

Poster dan pernyataan Upin & Ipin menempatkan anak-anak sebagai pihak paling terdampak. Seruan mereka menyasar praktik pembakaran terbuka yang disebut sebagai pemicu utama bencana tahunan tersebut.

Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top