Pencarian

BMKG Bima Pastikan Wilayah Bima dan Dompu Aman dari Kabut Asap, 90 Titik Panas Terdeteksi

Jumat, 16 Oktober 2026 • 08:01:49 WIB
BMKG Bima Pastikan Wilayah Bima dan Dompu Aman dari Kabut Asap, 90 Titik Panas Terdeteksi
Kepala Stasiun Meteorologi Bima menyatakan fenomena udara kabur rentan terjadi pada puncak musim kemarau.

BIMA — Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Moch Syaiful Annas, menyatakan fenomena udara kabur atau haze rentan terjadi selama puncak musim kemarau. Minimnya curah hujan dan fenomena inversi suhu membuat partikel debu serta asap tertahan lebih lama di dekat permukaan bumi.

"Fenomena udara kabur atau haze merupakan salah satu kondisi yang rentan terjadi selama puncak musim kemarau," jelas Annas saat dikonfirmasi pada Kamis (15/10).

90 Titik Panas Tersebar di Tiga Wilayah

Data pemantauan 13 Oktober 2026 mendeteksi 90 titik panas di wilayah Bima dan Dompu. Rinciannya, 75 titik di Kabupaten Bima, 13 titik di Kabupaten Dompu, dan dua titik di Kota Bima.

"Titik panas belum tentu menandakan terjadinya kebakaran secara pasti dan masih memerlukan verifikasi," terang Annas.

Kondisi kemarau panjang turut meningkatkan kerawanan kebakaran. Hari tanpa hujan tercatat mencapai 145 hari di wilayah Bima, 142 hari di Dompu, dan 139 hari di Kota Bima. Suhu udara berkisar 25–35 derajat Celsius.

Indeks Potensi Kebakaran di Kategori Sangat Tinggi

Analisis BMKG menempatkan Fire Weather Index pada kategori sangat tinggi untuk Kabupaten Bima dan Kota Bima, serta kategori tinggi untuk Kabupaten Dompu. Initial Spread Index berada di kisaran 18 atau kategori sangat tinggi, menunjukkan potensi api menyebar cepat apabila terjadi kebakaran.

"Jika muncul percikan api sekecil apa pun, api berpotensi menyebar dengan sangat cepat dan sulit dikendalikan," ujarnya.

Kualitas Udara Masih Sedang, Warga Diminta Tidak Membakar Lahan

Kualitas udara di wilayah Bima dan Dompu masih berada dalam kategori sedang. BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membakar lahan, semak, maupun sampah di area terbuka.

Annas menegaskan kondisi atmosfer dan tingginya kerawanan kebakaran perlu menjadi perhatian bersama selama musim kemarau. Potensi asap dari kebakaran dapat menambah partikulat di udara, sehingga pencegahan kebakaran menjadi penting untuk menjaga kualitas udara di wilayah Bima dan sekitarnya.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks