Sekjen PBB Guterres Apresiasi Peran Indonesia di Misi Perdamaian, Hormati 4 Personel yang Gugur di Lebanon

Penulis: Luthfi Hakim  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31:31 WIB
Sekjen PBB António Guterres menyampaikan pidato dalam kunjungan resminya ke Indonesia.

JAKARTA — Dalam pidatonya, Guterres menyebut Indonesia sebagai negara penyumbang personel terbesar keenam bagi misi penjaga perdamaian PBB. Ia menilai peran itu krusial di tengah meningkatnya tekanan terhadap pasukan Helm Biru di sejumlah wilayah konflik.

Kunjungan ke PMPP TNI di Sentul menjadi penutup rangkaian lawatan resmi Guterres ke Indonesia. Sehari sebelumnya, ia bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta.

Hampir 2.000 Personel TNI Tersebar di Tujuh Misi

PBB mencatat hampir 2.000 personel berseragam Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan, sedang bertugas sebagai penjaga perdamaian. Mereka tersebar dalam tujuh misi di berbagai belahan dunia.

Guterres menempatkan pasukan Helm Biru sebagai sumber harapan di wilayah paling bergejolak. Menurutnya, personel penjaga perdamaian meredakan ketegangan antarpihak bertikai, mengawasi penyaluran bantuan kemanusiaan, melindungi warga sipil, hingga membuka ruang penyelesaian politik.

"Indonesia, sebagai negara penyumbang personel terbesar keenam bagi misi penjaga perdamaian PBB, memiliki peran penting dalam hal ini," ucap Guterres.

Empat Personel Indonesia Gugur di Lebanon

Dalam kesempatan itu, Guterres memberi penghormatan kepada empat personel penjaga perdamaian Indonesia yang baru-baru ini gugur di Lebanon. Ia meletakkan karangan bunga di PMPP TNI untuk mengenang pengabdian mereka.

Guterres menegaskan tidak ada seorang pun yang boleh kehilangan nyawa saat menjalankan tugas demi perdamaian. Ia mengecam serangan terhadap personel penjaga perdamaian sebagai pelanggaran serius hukum humaniter internasional.

"Pelanggaran semacam ini harus dipertanggungjawabkan. Saya akan terus menyerukan kepada negara-negara anggota untuk memenuhi kewajiban mereka dalam menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB setiap saat," ujarnya.

Indonesia Tuan Rumah Bersama Pertemuan Menteri Penjaga Perdamaian

Guterres juga mengapresiasi peran Indonesia sebagai tuan rumah bersama Belanda dalam Pertemuan Tingkat Menteri Penjaga Perdamaian tahun depan. Dukungan itu dinilainya tak tergoyahkan selama bertahun-tahun.

"Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas dukungannya yang tak tergoyahkan terhadap operasi penjaga perdamaian PBB selama bertahun-tahun, termasuk melalui perannya sebagai tuan rumah bersama Belanda dalam Pertemuan Tingkat Menteri Penjaga Perdamaian tahun depan," kata Guterres dalam salinan pidatonya di Jakarta, Senin.

Dalam pertemuan dengan Prabowo, Guterres juga mengapresiasi langkah nyata Indonesia membantu rakyat Palestina. Ia berpamitan menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai sekjen PBB pada Desember 2026.

Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: radarlombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top