LOMBOK TIMUR — Saluran irigasi di Lingkungan Timba Dewa, Kelurahan Tanjung, sudah lama tak dinormalisasi. Endapan material menumpuk, membuat aliran air ke sawah warga melambat. Kondisi itu yang mendorong aparat kepolisian dan TNI turun langsung ke parit bersama petani.
Pembersihan melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan sejumlah kelompok tani setempat. Mereka mengangkut sedimentasi berupa endapan material yang mengeras di dasar saluran. Pengerjaan berlangsung sejak pukul 08.00 Wita.
Aliran Air Jadi Kunci Musim Tanam
Pendangkalan saluran irigasi berdampak langsung pada pasokan air ke lahan pertanian. Petani di sekitar Lingkungan Timba Dewa mengandalkan saluran itu untuk mengairi sawah mereka. Aliran yang lancar menjadi syarat utama sebelum musim tanam bergulir.
Kasihumas Polres Lombok Timur Iptu Lalu Rusmaladi menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebutuhan warga. "Polri akan terus mendorong dan mendukung kegiatan positif yang melibatkan masyarakat," ujarnya.
Kegiatan serupa disebut akan terus didorong aparat di wilayah lain. Pelibatan kelompok tani dinilai mempercepat penanganan saluran yang tersumbat.
Persoalan Pemeliharaan yang Belum Tuntas
Saluran irigasi yang dangkal akibat endapan menandakan minimnya anggaran pemeliharaan. Proyek normalisasi yang semestinya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah belum menjangkau seluruh titik. Akibatnya, warga dan aparat keamanan kerap mengambil alih pekerjaan perawatan.
Gotong royong seperti di Lingkungan Timba Dewa memang memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat. Citra Polri sebagai pelindung dan pengayom pun terangkat. Namun persoalan mendasar soal pemeliharaan jaringan irigasi tetap menunggu penanganan yang lebih sistematis.
Petani berharap normalisasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Saluran yang bersih memastikan air sampai ke sawah tepat waktu, terutama saat kebutuhan pengairan memuncak.