Pencarian

719 Kebakaran di NTB Sepanjang 2026 Timbulkan Kerugian Rp70,97 Miliar, Lombok Timur Paling Rawan

Rabu, 30 September 2026 • 05:32:31 WIB
719 Kebakaran di NTB Sepanjang 2026 Timbulkan Kerugian Rp70,97 Miliar, Lombok Timur Paling Rawan
Petugas pemadam kebakaran menangani kebakaran permukiman di NTB yang tercatat 212 kejadian sepanjang 2026.

MATARAM — Kebakaran permukiman mendominasi laporan yang masuk ke BPBD NTB dengan 212 kejadian, disusul kebakaran lahan 188 kejadian, kategori lain 99 kejadian, dan kebakaran di tempat pembuangan sampah 85 kejadian. Sepanjang delapan bulan tersebut, tidak ada satu pun laporan kebakaran hutan.

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin menyebut tingginya angka kebakaran permukiman dan lahan berkaitan erat dengan kelalaian manusia, terutama saat musim kemarau. "Kebakaran permukiman menjadi yang tertinggi dengan 212 kejadian, disusul kebakaran lahan sebanyak 188 kejadian dan kategori lainnya sebanyak 99 kejadian," ujarnya di Mataram, Selasa (29/9/2026).

Kerugian Rp70,97 Miliar dan Harta Rp11,4 Miliar yang Berhasil Diselamatkan

Dari sisi dampak, petugas Damkar NTB berhasil menyelamatkan 2.787 jiwa dan 848 kepala keluarga dari kepungan api. Taksiran harta yang berhasil diselamatkan mencapai Rp11,4 miliar.

Jenis kebakaran lain yang tercatat meliputi pusat ekonomi 55 kejadian, transportasi 30 kejadian, objek vital 22 kejadian, kantor 11 kejadian, fasilitas pendidikan 8 kejadian, hotel atau penginapan 5 kejadian. Fasilitas kesehatan dan fasilitas ibadah masing-masing tercatat 2 kejadian.

Lombok Timur Paling Rawan, Dompu Paling Sedikit

Pemetaan wilayah menunjukkan Lombok Timur mencatat 131 kejadian, Lombok Tengah 103 kejadian, Lombok Barat 98 kejadian, Bima 81 kejadian, Lombok Utara 79 kejadian, dan Sumbawa 79 kejadian. Kota Mataram mencatat 63 kejadian, Sumbawa Barat 37 kejadian, Kota Bima 33 kejadian, dan Dompu paling sedikit dengan 15 kejadian.

527 Kejadian Direspon di Bawah 15 Menit

Kecepatan respon petugas dinilai cukup baik. Dari 719 kejadian, sebanyak 527 kejadian berhasil direspon dalam waktu kurang dari 15 menit. Masih ada 65 kejadian dengan respon di atas 15 menit dan 52 kejadian yang waktu responnya tidak terdata.

2.082 Kejadian Non-Kebakaran, Separuhnya Penanganan Hewan Berbahaya

Selain kebakaran, BPBD NTB menangani 2.082 kejadian non-kebakaran pada periode yang sama. Penanganan hewan berbahaya dan penyelamatan hewan mendominasi dengan 1.036 kejadian atau hampir 50 persen dari total laporan.

Urutan berikutnya adalah evakuasi sarang tawon atau lebah 253 kejadian, evakuasi cincin 209 kejadian, pohon tumbang 205 kejadian, operasi penyelamatan 129 kejadian, dan distribusi air bersih 99 kejadian. Pertolongan pertama pada kecelakaan tercatat 26 kejadian, bencana alam 23 kejadian, dan 102 kejadian lainnya.

Dari kejadian non-kebakaran tersebut, 12 orang mengalami luka-luka dan 4 orang meninggal dunia. Layanan itu memberi manfaat kepada 1.819 kepala keluarga atau 5.375 jiwa.

Lombok Timur kembali mencatat angka tertinggi untuk kejadian non-kebakaran dengan 361 kejadian, disusul Lombok Tengah 352 kejadian, Lombok Utara 318 kejadian, dan Lombok Barat 273 kejadian. Kota Mataram mencatat 226 kejadian, Kota Bima 215 kejadian, Sumbawa Barat 144 kejadian, Sumbawa 134 kejadian, Bima 82 kejadian, dan Dompu 69 kejadian.

Di Lombok Utara, 154 dari 318 kejadian merupakan penanganan hewan berbahaya. Pola serupa terjadi di Lombok Barat dengan 120 kasus hewan berbahaya dari 273 kejadian.

"Ini menunjukkan bahwa peran Damkar saat ini sudah jauh bergeser. Masyarakat tidak hanya memanggil Damkar saat kebakaran, tetapi untuk hampir semua kondisi darurat mulai dari hewan liar masuk rumah, cincin tidak bisa dilepas, hingga pohon tumbang menutup jalan," terang Sadimin.

Sadimin mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim kemarau, dan segera melapor jika menemukan kondisi darurat non-kebakaran melalui hotline yang tersedia.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lingkar.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks