Yadea GT80 Ditantang 180+ Km Bromo–Madura Tanpa Cas

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:34:02 WIB
Motor listrik Yadea GT80 melintasi rute Bromo–Madura dalam tantangan Go Beyond Limits 180+ Km on One Charge.

NUSA TENGGARA BARAT — Yadea menggelar tantangan Go Beyond Limits 180+ Km on One Charge untuk membuktikan GT80 mampu menempuh rute Bromo–Madura tanpa pengisian daya di tengah jalan. Klaim jarak tempuh 190 km versi WMTC jadi taruhan, sementara pemakaian aktual di jalur pegunungan dan antarkota masih harus dibuktikan. Harga dan ketersediaan resmi GT80 belum disebut dalam pengumuman tantangan ini.

Rute yang diuji bukan jalur datar dan mulus. Perjalanan dimulai dari Lereng Bromo Hotel, berlanjut ke Bukit Cinta Bromo, lalu melewati Nongkojajar, Pasuruan, Sidoarjo, dan Surabaya. Setelah singgah di dealer Yadea Kapas Krampung, perjalanan menyeberangi Jembatan Suramadu dan berakhir di Bebek Sinjay, Bangkalan, Madura.

Kombinasi medan itu jadi alasan utama pemilihan rute. Kawasan Bromo menghadirkan tanjakan, turunan, dan perubahan ketinggian yang menguras baterai. Sementara ruas Pasuruan–Surabaya memberi karakter lalu lintas antarkota yang berbeda, dengan stop-and-go yang juga memengaruhi konsumsi daya.

Spesifikasi Baterai: 120 Km Standar, 190 Km dengan Baterai Tambahan

Angka resmi Yadea menyebut GT80 menempuh hingga 120 kilometer dengan baterai standar 72V 50Ah. Tambahan paket baterai 30Ah menaikkan kapasitas total jadi 72V 80Ah, dengan klaim jarak tempuh sampai 190 kilometer berdasarkan pengujian WMTC (World Motorcycle Test Cycle).

Target 180+ km dalam tantangan ini praktis hanya masuk akal jika unit uji memakai konfigurasi baterai ganda. Dengan baterai standar saja, rute Bromo–Madura sejauh itu mustahil diselesaikan tanpa mengisi daya di tengah jalan.

  • Motor: daya kontinu 3.000 watt, puncak 5.000 watt
  • Baterai standar: 72V 50Ah, klaim 120 km
  • Baterai tambahan: 30Ah, total 72V 80Ah, klaim 190 km (WMTC)
  • Pengereman: cakram ganda dengan CBS
  • Suspensi: hidraulis depan dan belakang
  • Ban: profil lebar

Jalur Pegunungan Jadi Ujian Paling Berat untuk Baterai

Klaim jarak tempuh motor listrik paling rawan meleset di medan tanjakan. Setiap tanjakan menuntut arus lebih besar dari baterai, dan bobot pengendara plus barang bawaan memperparah konsumsi daya. Di sisi lain, turunan panjang memberi peluang regen, meski besarannya tergantung setelan pabrikan.

Faktor lain yang Yadea sendiri akui memengaruhi hasil: kondisi jalan, ketinggian, lalu lintas, cuaca, beban, dan gaya berkendara. Artinya, angka 190 km versi WMTC adalah batas atas di kondisi laboratorium, bukan jaminan di jalan raya.

Rekam Jejak Uji Sebelumnya: 153 Km dan 156 Km

Tantangan Bromo–Madura bukan yang pertama. Pada perjalanan Bandung–Bogor sebelumnya, Yadea OSTA P menempuh 153 kilometer dengan sisa baterai 13 persen. Sementara VELAX U mencapai 156 kilometer dengan sisa baterai 23 persen. Keduanya tanpa pengisian daya di tengah rute.

Dari dua data itu, selisih sisa baterai VELAX U yang lebih besar menunjukkan efisiensi konsumsi daya lebih baik, meski rute dan kondisi pengujian belum tentu identik. GT80 dengan target lebih jauh akan jadi pembanding menarik, terutama karena bobot dan profil bannya berbeda kelas.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Terbawa Klaim Jarak Tempuh

Pengumuman tantangan ini tidak menyertakan harga, ketersediaan resmi, maupun detail konfigurasi unit yang dipakai. Pembeli yang tertarik sebaiknya menunggu hasil aktual tantangan, bukan hanya angka WMTC di brosur.

Soal pengisian daya juga belum jadi fokus. Motor listrik dengan baterai 72V 80Ah butuh waktu cas cukup lama di rumah, dan ketersediaan SPKLU untuk motor listrik di jalur antarkota masih terbatas. Untuk pemakaian harian dalam kota, kapasitas baterai besar justru menambah bobot dan mengurangi kepraktisan.

Andy Luo, VP & GM Sales Marketing Yadea Indonesia, menyebut pemilihan rute sebagai upaya menguji kendaraan di kondisi nyata. "Rute ini menghadirkan kombinasi kondisi perjalanan yang beragam untuk melihat bagaimana kendaraan menghadapi beragam kondisi perjalanan yang nyata," ujarnya dalam pengumuman tantangan tersebut.

Hasil akhir tantangan Bromo–Madura akan jadi patokan pertama yang bisa diverifikasi publik soal klaim 180+ km GT80. Sampai angka aktualnya keluar, klaim 190 km WMTC sebaiknya dibaca sebagai potensi, bukan kepastian.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top