NUSA TENGGARA BARAT — TECNO SPARK 50s 5G resmi meluncur di India dengan MediaTek Dimensity 6400 dan baterai 6.500mAh, membawa kombinasi yang jarang di kelas Rp3,5 jutaan. Ponsel ini sudah mengantongi TKDN dan SDPPI dengan nomor model KN8s, sinyal kuat bahwa versi Indonesia sedang disiapkan. Tapi layarnya cuma HD+, dan itu catatan penting sebelum kamu menyiapkan budget.
TECNO menambah satu anggota lagi di keluarga SPARK 50 Series lewat SPARK 50s 5G. Ponsel ini debut lebih dulu di India, dan jejaknya di Indonesia sudah terlihat lewat sertifikasi TKDN serta SDPPI Postel dengan nomor model KN8s. Artinya, perangkat ini kemungkinan besar sedang dipersiapkan untuk pasar Tanah Air, meski tanggal peluncuran dan harga resminya belum diumumkan.
SPARK 50s 5G memakai panel 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz dan touch sampling rate 240Hz. Tingkat kecerahannya mencapai 560 nits, angka yang wajar untuk kelas menengah bawah.
Yang perlu dicatat: resolusinya masih HD+, bukan Full HD+. Di layar sebesar 6,78 inci, kerapatan piksel seperti ini bakal terasa saat membaca teks kecil atau menonton konten detail. Refresh rate 120Hz memang bikin scrolling terasa halus, tapi ketajaman layar tetap kompromi yang harus diterima di harga ini.
Dapur pacunya MediaTek Dimensity 6400 berbasis fabrikasi 6nm. TECNO menyediakan dua varian memori: 6GB/128GB dan 8GB/128GB. Penyimpanan masih bisa ditambah lewat slot microSD, fitur yang makin jarang di ponsel baru.
Chipset 6nm di kelas ini biasanya cukup untuk pemakaian harian, media sosial, dan gaming kasual. Untuk game berat dengan setting tinggi, ekspektasinya perlu diturunkan. Belum ada data benchmark resmi dari TECNO, jadi performa riil masih menunggu pengujian pihak ketiga.
Kapasitas baterai 6.500mAh jadi salah satu nilai jual utama SPARK 50s 5G. Angka ini di atas rata-rata ponsel sekelasnya yang umumnya bermain di 5.000–6.000mAh. Pengisian cepat 45W melengkapinya, meski TECNO belum menyebut berapa lama waktu charge penuh.
Kombinasi baterai jumbo dan layar HD+ sebenarnya masuk akal dari sisi efisiensi daya. Resolusi lebih rendah berarti konsumsi daya lebih hemat, jadi daya tahan baterai berpotensi jadi kekuatan utama ponsel ini.
Kamera utamanya sensor 50MP dengan aperture f/1.85, ditemani kamera selfie 8MP. Modul kamera belakangnya disebut mirip lini Google Pixel, dengan deretan lensa dalam satu bingkai horizontal.
Spesifikasi kamera ini terbilang standar untuk kelas harga Rp3,5–4 jutaan. Tanpa sensor ultrawide atau telephoto, kemampuan fotografi SPARK 50s 5G bakal bergantung penuh pada sensor utama. Kualitas hasil foto belum bisa dinilai sebelum ada sampel resmi.
Daftar fiturnya cukup lengkap untuk kelas menengah bawah:
Sertifikasi MIL-STD-810H dan IP64 Pro memberi klaim ketahanan terhadap debu dan cipratan air. Perlu diingat, IP64 bukan rating untuk rendam air, jadi tetap hati-hati saat hujan deras.
Di India, SPARK 50s 5G dibanderol mulai INR 19.999 atau sekitar Rp3,5 jutaan untuk varian 6GB/128GB. Versi 8GB/128GB dijual INR 22.999 atau sekitar Rp4 jutaan. Pilihan warnanya Burgundy Red dan Breeze Blue.
Kalau masuk Indonesia, harga kemungkinan bergeser dari angka konversi langsung karena pajak dan biaya distribusi. Sebagai gambaran, kompetitor di rentang Rp3–4 juta umumnya sudah menawarkan layar Full HD+ dan chipset setara. Di sinilah SPARK 50s 5G perlu berjuang: baterai jumbo dan ketahanan jadi modalnya, tapi layar HD+ bisa jadi titik lemah saat dibandingkan langsung di toko.
SPARK 50s 5G cocok buat pengguna yang memprioritaskan daya tahan baterai dan fitur lengkap seperti jack audio serta microSD. Kurang cocok buat yang mementingkan ketajaman layar atau fotografi serius. Keputusan final sebaiknya menunggu harga resmi Indonesia dan hasil pengujian performa yang independen.