MATARAM — Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengeksplorasi potensi masuknya sejumlah institusi asal Qatar ke daerahnya. Hal ini menyusul kunjungan Dubes Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, di Ruang Rapat Kerja Gubernur NTB, Jumat (28/8).
“Termasuk mengeksplor, menjajaki kemungkinan masuknya Qatar Fund, Qatar Charity, Institusi Qatar Airways, kemudian Indosat, Al Jazeera masuk sini,” ujar Gubernur Iqbal.
Ketertarikan Qatar terhadap NTB disebut bukan tanpa alasan. Pihak Qatar dinilai tertarik dengan tingginya potensi kerja sama, bahkan telah melakukan kunjungan langsung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai langkah awal rencana investasi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma, menyatakan bahwa Dubes Qatar telah bertemu dengan ITDC selaku pengelola KEK Mandalika. Rencananya, investor asal negara Teluk itu akan membangun resort di kawasan tersebut.
Selain Mandalika, minat investasi Qatar juga mengarah ke sektor pariwisata bahari di Teluk Saleh dan Samota, Sumbawa. “Artinya kita optimis mudah-mudahan ini bisa menjadi pijakan yang lebih jelas. Ini kan dari Timur Tengah baru sekarang yang benar-benar nampak prospek yang lebih jelas untuk kerja sama,” katanya.
Pembahasan soal konektivitas udara menjadi salah satu poin utama yang diangkat dalam pertemuan tersebut. Gubernur Iqbal menyampaikan berbagai potensi NTB kepada Qatar, termasuk peluang pembukaan rute penerbangan langsung yang menghubungkan Lombok dengan Doha.
Dubes Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, mengapresiasi undangan diskusi yang diberikan oleh Gubernur NTB. Menurutnya, Gubernur Iqbal menjadi orang pertama yang mengirimkan surat sesaat setelah dirinya terpilih sebagai Dubes Qatar untuk RI.
“Eksplorasi saat ini khusus bidang investasi dan pendidikan. Kemarin juga salah satu wilayah di Lombok, Mandalika, beliau bertemu dengan pihak yang bertanggung jawab di sana untuk bekerja sama, Insya Allah,” kata Dubes Sultan.
Di luar sektor pariwisata dan infrastruktur, kedua pihak juga membuka peluang kerja sama di bidang ketenagakerjaan. Hal ini mencakup rencana penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB ke Qatar serta pengembangan kompetensi melalui sekolah menengah kejuruan (SMK).
“Macam-macam lah. Masalah itu, masalah SMK juga. Itu juga termasuk dari isu-isu yang kita bahas. Bahkan port to port,” kata Gubernur Iqbal menambahkan.
Meski demikian, soal kemungkinan investasi Qatar untuk membantu pembangunan konektivitas port to port Lembar-Kayangan, Gubernur Iqbal mengaku belum membahas sampai sejauh itu. Yang pasti, kerja sama di sektor infrastruktur turut menjadi bagian dari pembicaraan antara Pemprov NTB dan pihak Qatar.