Pria di Sumbawa Luka Parah Disabet Parang Saat Boncengan Motor Usai Mediasi Gagal, Pelaku Dibekuk

Penulis: Luthfi Hakim  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 23:08:33 WIB
Korban luka parah akibat sabetan parang saat boncengan motor di Sumbawa.

SUMBAWA BESAR — Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 10.00 WITA, sesaat setelah mediasi yang digagas pemerintah desa gagal digelar. Terduga pelaku berinisial A (23) tidak hadir di Kantor Desa Mata, sehingga korban dan saksi MY (40) memutuskan pulang.

Saat melintas di pertigaan dekat lapangan desa, pelaku tiba-tiba muncul dan langsung menebas korban dari arah belakang menggunakan sebilah parang. “Akibat sabetan senjata tajam tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian siku sebelah kiri dengan panjang sekitar 15 cm dan lebar 4 cm,” ujar Kapolsek Empang AKP Abdul Muis Tajudin.

Korban Sempat Terjatuh dari Motor

Sabetan parang membuat korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari sepeda motor bersama saksi. Saksi MY kemudian bertindak cepat mengamankan terduga pelaku ke bengkel terdekat untuk mencegah aksi lanjutan atau amuk massa.

Sementara itu, keluarga korban langsung mendatangi Mapolsek Empang pada pukul 11.30 WITA untuk melaporkan kejadian tersebut. Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di PKM Tarano dan dijadwalkan dirujuk ke RSUD Sumbawa untuk penanganan lebih lanjut.

Polisi Imbau Warga Tak Main Hakim Sendiri

Kapolsek Empang menegaskan pihaknya telah menerima laporan, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan tengah menyelidiki terduga pelaku. Ia memerintahkan jajaran Bhabinkamtibmas Desa Mata untuk melakukan pendekatan kepada kedua keluarga guna mengantisipasi aksi balasan.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi. Proses hukum sedang berjalan secara profesional, kami berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini agar tercipta rasa keadilan dan ketertiban di tengah masyarakat,” tutup Kapolsek.

Apa yang Memicu Cekcok Sebelumnya?

Perselisihan mulut antara korban dan terduga pelaku terjadi beberapa waktu lalu. Pemerintah Desa Mata sempat memanggil kedua belah pihak untuk mediasi, namun gagal karena pelaku tidak hadir hingga batas waktu yang ditentukan. Belum diketahui secara pasti isi perselisihan yang memicu aksi penyerangan tersebut.

Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: kabarntb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top