MATARAM — Jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi NTB terus mematangkan persiapan Porwada 2026. Setelah dilantik akhir Desember 2025, pengurus periode 2025-2030 ini langsung bergerak memastikan venue dan dukungan dari berbagai pihak.
Silaturahmi dengan Rektor Unram Prof Sukardi, Jumat (29/5/2026), menjadi langkah strategis. Sport Centre Unram yang berstandar internasional dinilai ideal untuk mempertandingkan 14 cabang olahraga sekaligus.
“Dengan keberadaan Sport Center Unram, kami berharap semua pertandingan Porwada 2026 bisa digelar di Unram. Ini tentu memudahkan pihak panitia dalam rangka akomodasi dan kenyamanan para jurnalis yang bertanding,” tegas Ahmad Ikliludin, jurnalis senior Radar Lombok yang kini memimpin PWI NTB.
Ikliludin mengucapkan terima kasih atas dukungan Unram sejak era kepemimpinan Rektor sebelumnya, Prof Bambang Hari Kusumo. Ia berharap kolaborasi berlanjut di bawah kepemimpinan Prof Sukardi yang baru dilantik untuk periode 2026-2030.
“Semoga kolaborasi yang telah terjalin antara PWI NTB dan Unram bisa terus berlanjut dan ditingkatkan ke depannya,” kata Iklil.
Tak hanya soal olahraga, PWI NTB juga siap mendukung program transformasi Unram menjadi kampus yang lebih kuat, maju, dan berdaya saing. Ikliludin menawarkan Sekretariat PWI NTB sebagai lokasi magang mahasiswa Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) Unram.
“Tentu, semangat inklusivitas Pak Rektor siap kami aplikasikan dengan menyiapkan Sekretariat PWI NTB untuk bisa menjadi lokasi magang para mahasiswa FHISIP Unram untuk berdiskusi dengan kawan-kawan jurnalis,” jelasnya.
Ia juga berharap ada celah program beasiswa bagi jurnalis untuk melanjutkan studi ke program magister melalui PWI NTB.
Rektor Unram Prof Sukardi menyambut baik kunjungan pengurus PWI NTB. Guru Besar Unram ini menegaskan pihaknya siap membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya.
“Jika Unram tidak membuka diri maka kita tidak bisa membangun Unram. Yang pasti, kegiatan Porwada yang digelar PWI NTB, siap kami dukung penuh,” tegas Prof Sukardi.
Rektor juga menyoroti tantangan era digital. Menurutnya, berita kini tak lagi datang dari media konvensional. Influencer, konten kreator, bahkan akun anonim bisa jadi sumber informasi utama. Sayangnya, tidak semua berita yang viral bisa dipertanggungjawabkan.
“Sekali ada yang salah, bisa tersebar ke jutaan orang dalam hitungan menit. Ini juga kami rasakan sempat menjadi korban,” kata Prof Sukardi.
Ia berharap PWI NTB bisa lebih banyak melakukan edukasi ke publik terkait penyebaran konten yang dapat mengancam perpecahan dan persaudaraan. Termasuk memberikan pelatihan konten positif kepada mahasiswa Unram. Sebab, saat ini sekitar 97,6 persen anak muda di Indonesia mengakses berita lewat media sosial, terutama Instagram, X (Twitter), dan TikTok.
“Insya Allah, saya siap memberikan ruang PWI untuk masuk mengajar ke FHISIP Unram. Juga memberikan pelatihan ke UKM Media Unram sehingga mereka paham akan kode etik jurnalistik dan konten yang benar,” jelas Prof Sukardi.
Mengenai Porwada, Rektor memastikan semua fasilitas Sport Centre bisa digunakan. Syaratnya, PWI segera mengirimkan surat resmi agar semua venue dan petugas bisa disiapkan selama kegiatan berlangsung.
“Silakan dipergunakan semua fasilitas Sport Center yang dimiliki Unram. Kami siap mendukung penuh, tapi tolong segera PWI bersurat agar kita siapkan semua venue dan petugas yang akan stand by selama kegiatan berlangsung,” tandas Prof Sukardi.