LOMBOK BARAT — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat episentrum gempa berada di daratan, bukan di laut, dengan kedalaman menengah 92 kilometer. Kombinasi kedalaman dan lokasi itu yang membuat guncangan terasa cukup kuat di permukaan meski magnitudonya tergolong menengah.
Guncangan datang saat sebagian besar warga masih tertidur. Sejumlah warga di beberapa titik permukiman panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Warga Telagawaru: Guncangan Keras tapi Singkat
Salah seorang warga Telagawaru, Lombok Barat, Nartini mengaku terkejut saat merasakan guncangan. Ia langsung keluar rumah sambil membawa anaknya karena khawatir terjadi guncangan lanjutan.
"Cukup keras juga terasa, tetapi cuma sebentar. Saya lari bawa anak keluar," kata Nartini sebagaimana dilansir dari Beritasatu.com.
Kepanikan warga berlangsung singkat. Setelah guncangan berhenti dan situasi kembali tenang, warga yang sempat keluar rumah kemudian kembali masuk.
BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Lembaga itu terus melakukan pemantauan dan memperbarui informasi terkait waktu kejadian, magnitudo, kedalaman, koordinat, lokasi episentrum, serta potensi dampak gempa.
Imbauan untuk Warga Lombok Barat
Masyarakat diimbau tetap tenang, memeriksa kondisi bangunan di sekitar tempat tinggal, dan mengikuti informasi BMKG untuk mengantisipasi perkembangan selanjutnya.
Lombok Barat dan wilayah NTB secara umum berada di zona pertemuan lempeng yang aktif. Gempa dangkal maupun menengah kerap tercatat di kawasan ini, sehingga kesiapsiagaan struktur bangunan dan jalur evakuasi menjadi hal yang rutin disosialisasikan.