Pencarian

Unram Festival Tutup PKKMB 2026 di Mataram, Rian D'Masiv Bagikan Kunci Bertahan 2 Dekade di Industri Musik

Senin, 17 Agustus 2026 • 17:06:31 WIB
Unram Festival Tutup PKKMB 2026 di Mataram, Rian D'Masiv Bagikan Kunci Bertahan 2 Dekade di Industri Musik
Ribuan mahasiswa baru Universitas Mataram memadati Lapangan Rektorat pada penutupan PKKMB 2026 dalam Unram Festival, Senin (17/8/2026).

MATARAM — Ribuan mahasiswa baru Universitas Mataram (Unram) memadati Lapangan Rektorat pada Senin (17/8/2026) untuk mengikuti puncak acara penutupan PKKMB 2026. Unram Festival tidak hanya menyuguhkan hiburan musik dari Rian D'Masiv dan Virgoun, tetapi juga menghadirkan sesi talkshow inspiratif yang memantik semangat generasi muda untuk berkarya.

Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., menegaskan bahwa kampus berperan sebagai fasilitator, bukan penentu masa depan mahasiswa. Menurutnya, Unram membuka jalan seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi, termasuk di bidang seni dan industri kreatif.

"Kampus itu tidak menentukan masa depan saudara, tetapi kampus hanya membuka jalan kepada saudara tentang masa depan saudara," ujar Prof. Sukardi di hadapan mahasiswa baru.

Rian D'Masiv: Konsistensi dan Cinta pada Karya adalah Kunci Bertahan

Dalam sesi talkshow bertema "Kiat Bertahan di Industri Musik Selama 2 Dekade hingga Menembus Pasar Internasional", vokalis D'Masiv itu berbagi pengalaman panjangnya malang melintang di industri musik Tanah Air. Ia menekankan bahwa kecintaan terhadap bidang yang digeluti menjadi fondasi utama untuk tetap konsisten berkarya.

"Kuncinya kita harus mencintai apa yang kita kerjakan, fokus, disiplin, dan selalu berusaha mengeksplor musik. Kita juga tidak pernah malu untuk belajar dengan yang lebih muda," kata Rian.

Rian juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah cara musisi memperkenalkan karya. Namun, ia mengingatkan agar para mahasiswa tidak menjadikan tren dan angka di media sosial sebagai tujuan utama.

"Ketika kita membuat karya, kita benar-benar bikin karya itu dengan hati kita. Yang penting kita suka dulu sama karya kita sendiri," tuturnya.

Mahasiswa Diminta Ubah Paradigma: Seni Bukan Sekadar Hobi

Prof. Sukardi mendorong mahasiswa untuk melihat seni dan industri kreatif sebagai peluang membangun masa depan, bukan sekadar kegiatan sampingan. Ia meminta paradigma tersebut diubah sejak dini agar mahasiswa siap bersaing di era ekonomi kreatif.

"Seni dan industri kreatif harus diubah paradigmanya. Jangan hanya sekadar sebagai sebuah hobi, tetapi adalah ruang untuk masa depan," tegasnya.

Melalui Unram Festival, Unram berupaya memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi momentum bagi generasi muda untuk berani bermimpi, disiplin menjalani proses, dan melihat peluang di industri kreatif sebagai bagian dari masa depan mereka.

Rian pun berpesan agar mahasiswa tidak takut bermimpi dan menghargai kesempatan menempuh pendidikan yang telah diperoleh. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga kedisiplinan, kemauan belajar, serta dukungan dan doa dari orang tua.

"Jangan pernah takut bermimpi. Mimpi itu gratis," pungkasnya.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks