LOMBOK BARAT — Peristiwa tragis menimpa keluarga wisatawan asal Inggris di Pantai Kerandangan 2, Dusun Kerandangan, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Lima orang WNA yang tengah berlibur terseret arus ombak saat berenang, dan satu di antaranya, NI (54), dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kapolsek Batulayar, AKP I Putu Krisna Varananda, membenarkan insiden yang merenggut nyawa wisatawan asing tersebut. Pihaknya menerima laporan dari masyarakat pada pukul 15.45 WITA dan langsung menerjunkan anggota piket SPKT ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian serta mengumpulkan keterangan saksi.
Kronologi Terseret Ombak dan Proses Evakuasi
Rombongan yang terdiri dari lima orang WNA itu tengah menikmati liburan dengan berenang di Pantai Kerandangan 2. Tiba-tiba, ombak besar datang dan menggulung mereka hingga kesulitan kembali ke pesisir.
Korban sempat berteriak meminta tolong. Warga dan pengelola wisata di sekitar pantai yang melihat kondisi darurat itu langsung bergerak melakukan penyelamatan. Kelima korban berhasil dievakuasi menggunakan peralatan seadanya, termasuk jetski dan peralatan selam.
Dilarikan ke RS Bhayangkara, Satu Korban Meninggal
Setelah berhasil dibawa ke darat, kelima korban langsung dilarikan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB di Mataram menggunakan ambulans untuk mendapatkan pertolongan darurat. Rombongan tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bhayangkara pada pukul 16.00 WITA dan langsung ditangani tim medis.
Namun, nyawa NI (54) tidak tertolong. Pria berkewarganegaraan Inggris itu dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.10 WITA. Sementara itu, empat anggota keluarganya lainnya berhasil selamat, yaitu KI (52) yang merupakan istri korban, serta tiga anak mereka, DP (11), IA (13), dan IO (16).
Jenazah Korban Dipindahkan ke RSUD NTB
Pihak kepolisian berkoordinasi dengan instansi kesehatan setempat untuk proses pemindahan jenazah. Jenazah NI dibawa dari RS Bhayangkara menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB menggunakan ambulans medis untuk prosedur penitipan jenazah sementara, sambil menunggu proses selanjutnya dari pihak keluarga.