NUSA TENGGARA BARAT — Sebuah video yang beredar memperlihatkan petugas kesehatan di RSUD Ruteng berjuang merawat pasien di tenda-tenda terbuka. Mereka bekerja dengan peralatan seadanya di tengah keterbatasan, sementara bangunan rumah sakit utama tampak mengalami keretakan parah dan dikhawatirkan ambruk jika terjadi gempa susulan.
Skala Kerusakan dan Kondisi Darurat di RSUD Ruteng
Guncangan keras yang terjadi pada pekan lalu tidak hanya merobohkan rumah warga, tetapi juga melumpuhkan infrastruktur vital seperti rumah sakit. Otoritas setempat menyatakan gedung RSUD Ruteng mengalami kerusakan struktural yang signifikan, memaksa manajemen rumah sakit untuk segera mengevakuasi seluruh pasien ke lokasi yang lebih aman.
Petugas medis terpaksa mendirikan tenda darurat di halaman rumah sakit untuk melanjutkan pelayanan kesehatan. Kondisi ini memaksa para dokter dan perawat untuk melakukan tindakan medis, termasuk operasi darurat, di lingkungan yang tidak steril dan minim fasilitas penunjang.
Dampak Gempa: Lebih dari 50 Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi
Bencana ini merupakan salah satu gempa terbesar yang pernah melanda wilayah tersebut dalam beberapa dekade terakhir. Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat lebih dari 50 orang meninggal dunia akibat tertimpa bangunan roboh. Ribuan warga lainnya memilih mengungsi ke dataran tinggi karena khawatir terjadi tsunami susulan.
Proses evakuasi korban masih terus dilakukan hingga saat ini. Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, dan relawan kesulitan menjangkau beberapa desa terpencil karena akses jalan terputus akibat longsor.
Logistik Bantuan dan Tantangan di Lapangan
Sejumlah organisasi kemanusiaan mulai mengirimkan bantuan logistik berupa makanan, air bersih, dan obat-obatan ke lokasi terdampak. Namun, distribusi bantuan terkendala oleh kondisi cuaca buruk dan infrastruktur jalan yang rusak parah.
Di sisi lain, kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda pengungsian yang layak serta tenaga medis tambahan untuk menangani korban luka-luka. Rumah sakit darurat di tenda-tenda itu kini menjadi satu-satunya harapan bagi warga yang membutuhkan pertolongan medis.
Pemerintah kabupaten setempat menyatakan akan segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh bangunan publik untuk memastikan tidak ada lagi fasilitas vital yang berisiko roboh. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi gempa susulan yang masih kerap terjadi.
Upaya Pemulihan Layanan Kesehatan
Dinas Kesehatan setempat tengah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mengirimkan rumah sakit lapangan berteknologi lebih baik. Hal ini dinilai penting untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi para pengungsi dapat berjalan optimal dalam beberapa pekan ke depan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap gempa susulan dan tidak kembali ke rumah yang strukturnya telah rusak. Pemerintah juga membuka posko-posko pengaduan bagi warga yang kehilangan anggota keluarganya.