NUSA TENGGARA BARAT — Guncangan gempa yang melanda Flores tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengganggu rantai distribusi energi bagi warga. Dari pantauan terbaru perusahaan pada Sabtu (15/8), puluhan SPBU sempat lumpuh total akibat listrik padam, kerusakan fasilitas, hingga kekhawatiran akan gempa susulan.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa kondisi operasional di lapangan sangat dinamis. Pihaknya terus memantau perkembangan dan berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan.
"Sebagian SPBU yang belum beroperasi mengalami kendala akibat pemadaman listrik, kerusakan sarana dan fasilitas, maupun kondisi lingkungan yang masih terdampak gempa. Sementara pada beberapa SPBU lainnya, sarana dan fasilitas dalam kondisi aman, namun operasional belum dapat berjalan karena operator masih mempertimbangkan faktor keselamatan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan," jelas Kitty dalam keterangan resminya, Minggu (16/8/2026).
Fokus pada Jalur Distribusi yang Terdampak Longsor
Tantangan terbesar saat ini bukan hanya memperbaiki SPBU, tetapi juga memastikan truk tangki bisa melewati jalur distribusi. Sejumlah ruas jalan utama seperti Reo-Ruteng, Trans Flores ruas Ende-Bajawa, dan Trans Marapokot dilaporkan tertimbun longsor dan masih dalam proses penanganan menggunakan alat berat.
Untuk mengantisipasi hambatan tersebut, Pertamina menerjunkan mobil tangki dengan pengawalan ekstra. Langkah ini ditempuh agar pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke SPBU yang masih berfungsi tidak terputus di tengah kondisi jalan yang labil.
"Pasokan BBM dan LPG tetap kami jaga dan pemulihan operasional SPBU dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan. Kami juga memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan energi melalui SPBU yang masih beroperasi," ujar Kitty.
SPBU Alternatif di Manggarai dan Pasokan LPG
Di wilayah Manggarai, dua SPBU mengalami kerusakan pada area pengisian sehingga belum bisa beroperasi. Sebagai gantinya, masyarakat diimbau memanfaatkan tiga SPBU terdekat yang masih melayani, yaitu SPBU 54.86.501 di Jl. Yos Sudarso Kel. Mbaumuku, SPBU 54.86.503 di Jl. Ruteng–Benteng Jawa, dan SPBU 54.86.509 di Jl. Raya Ruteng–Labuan Bajo Km 4.
Dari sektor elpiji, kabar baik datang dari lima agen LPG di Flores yang kondisinya aman dan tetap beroperasi. Stok gas melon di masing-masing agen terus dipantau ketat untuk disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang tengah dalam masa tanggap darurat.
Distribusi Minyak Tanah Terkendala Akses Jalan
Berbeda dengan LPG, distribusi minyak tanah masih menghadapi kendala cukup berat. Terdapat 12 agen yang terdampak bencana, sementara Fuel Terminal (FT) Reo yang menjadi pemasok utama masih terkendala. Akses jalan menuju FT Ende melalui jalur Nagakeo-Ngada juga ikut terdampak longsor, memperlambat pengiriman.
Pertamina Patra Niaga memastikan monitoring sarana dan pengamanan jalur distribusi terus dilakukan. Koordinasi dengan pemda dan aparat setempat menjadi kunci agar penyaluran energi tetap berjalan aman dan optimal hingga seluruh SPBU di Flores pulih sepenuhnya.