NUSA TENGGARA BARAT — Andrew Giuliani, tokoh kunci di balik persiapan Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, angkat bicara soal masa depan presiden FIFA. Dalam pernyataannya, Giuliani menyebut kepemimpinan Gianni Infantino saat ini sudah berada di jalur yang tepat dan tidak perlu dipertanyakan.
Prestasi yang Membuat Iri
Giuliani menegaskan bahwa kritik yang kerap dialamatkan kepada Infantino justru lahir dari rasa iri atas keberhasilan yang diraih. "Prestasi yang diraihnya membuat orang-orang iri," ujarnya, menggambarkan situasi yang dihadapinya di pentas sepak bola global.
Baginya, transformasi FIFA di bawah arahan Infantino membawa dampak nyata bagi kompetisi dan federasi di berbagai negara. Dukungan ini dinilai penting, terlebih saat FIFA tengah bersiap menggelar edisi Piala Dunia dengan format baru yang melibatkan 48 tim.
Peran Strategis di Balik Piala Dunia 2026
Sebagai Kepala Satgas Gedung Putih, Giuliani memiliki peran vital dalam memastikan kelancaran turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Koordinasi antara panitia lokal dan FIFA menjadi kunci suksesnya sebuah ajang sebesar Piala Dunia.
Pernyataan Giuliani ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah Amerika Serikat memiliki hubungan kerja yang erat dengan pimpinan FIFA. Hal ini dinilai krusial untuk menyelesaikan berbagai persiapan logistik, infrastruktur, hingga keamanan yang melibatkan tiga negara sekaligus.
Masa Depan Kepemimpinan FIFA
Dukungan dari pejabat Gedung Putih ini muncul di saat masa jabatan Infantino masih berlangsung hingga beberapa tahun ke depan. Namun, sinyal politik dari tuan rumah Piala Dunia 2026 ini menunjukkan adanya kepercayaan penuh terhadap arah kebijakan yang diambil.
Dengan turnamen yang semakin dekat, stabilitas kepemimpinan di FIFA menjadi prioritas utama. Dukungan publik seperti yang disampaikan Giuliani setidaknya memberikan angin segar bagi Infantino untuk terus menjalankan agenda reformasi dan pengembangan sepak bola global tanpa gangguan politik.