NUSA TENGGARA BARAT — Kepanikan menyelimuti warga pesisir Flores sesaat setelah gempa besar berdurasi panjang mereda. Fenomena surutnya air laut secara tiba-tiba—yang kerap diasosiasikan dengan tanda awal tsunami—membuat warga di pesisir Nagekeo dan sekitarnya berhamburan menyelamatkan diri ke dataran lebih tinggi.
Berdasarkan informasi dari BMKG, episenter gempa berada di darat wilayah Mbay, Nagekeo. Getarannya terasa kuat hingga ke hampir seluruh wilayah Pulau Flores.
Warga Berlarian ke Tempat Lebih Tinggi
Seorang warga yang dihubungi Liputan6.com menuturkan, surutnya air laut terjadi tak lama setelah guncangan berhenti. Bagian dasar laut yang biasanya tertutup air tampak jelas, memicu teriakan dan kepanikan di kalangan warga yang berada di bibir pantai.
"Warga langsung berlarian menjauhi bibir pantai, ada yang berlari ke tempat lebih tinggi, ada yang mengungsi ke jalan raya yang lebih tinggi," ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Meski begitu, petugas gabungan dari pemerintah daerah dan instansi terkait telah diterjunkan ke lapangan untuk memantau kondisi serta memberikan arahan keamanan kepada masyarakat.
Imbauan Resmi BMKG Kupang
Menanggapi situasi ini, Kepala Kantor BMKG Kelas I Kupang mengimbau masyarakat agar tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini disampaikan menyusul masih adanya potensi gempa susulan yang umumnya terjadi setelah gempa bumi berkekuatan besar.
Masyarakat pesisir diminta untuk tidak kembali ke area pantai sebelum situasi dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Pemantauan terus dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang pasang susulan.
Antisipasi dan Pemantauan di Lapangan
Petugas gabungan yang turun ke lapangan saat ini berfokus pada pendataan dampak gempa dan memastikan jalur evakuasi menuju dataran tinggi berfungsi dengan baik. Warga yang sempat mengungsi di jalan raya dan lokasi tinggi lainnya masih menunggu arahan lebih lanjut dari petugas.
BMKG juga terus memutakhirkan data kegempaan dan kondisi terkini pesisir Flores melalui kanal resmi. Masyarakat diminta mengakses informasi hanya dari sumber terpercaya untuk menghindari berita bohong atau hoaks yang berpotensi memperkeruh situasi.