Pencarian

Pelatih Inggris Lydia Bedford Tetap Fokus ke Piala Dunia U-20 Wanita meski Ancaman Boikot UEFA Masih Menggantung

Jumat, 14 Agustus 2026 • 07:22:01 WIB
Pelatih Inggris Lydia Bedford Tetap Fokus ke Piala Dunia U-20 Wanita meski Ancaman Boikot UEFA Masih Menggantung
Pelatih Inggris Lydia Bedford tetap fokus mempersiapkan timnya untuk Piala Dunia U-20 Wanita di Polandia meski ancaman boikot UEFA masih menggantung.

NUSA TENGGARA BARAT — Bedford mengaku sempat kaget ketika ayahnya menelepon di sela aktivitasnya menonton teater di London, menanyakan kabar soal ancaman boikot tersebut. Namun, sejak awal FA sudah memberikan arahan yang jelas kepadanya untuk tidak memusingkan dinamika politik di atas kertas.

"Dari perspektif saya, pesan dari para pemimpin sejak awal adalah 'lanjutkan seperti biasa'. Jadi itulah yang kami lakukan," ujar Bedford kepada BBC Sport di Portugal, seusai memimpin timnya meraih kemenangan 2-0 atas Portugal U-20 dalam laga uji coba di Lisbon, Kamis lalu.

Kekisruhan FIFA vs UEFA Berpotensi Batalnya Turnamen

Ketegangan ini bermula dari rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menjual sebagian saham Piala Dunia dan kompetisi lainnya kepada investor swasta. Rencana yang dikenal dengan nama Fifa Forward Enterprise (FFE) itu memicu kemarahan UEFA dan 55 anggotanya yang mengancam akan memboikot seluruh ajang FIFA.

Meski proposal FFE telah dibatalkan awal bulan ini, ancaman boikot dari UEFA ternyata masih berdiri. Alhasil, Piala Dunia U-20 Wanita yang berlangsung 5-27 September menjadi turnamen pertama yang berpotensi terdampak langsung dari kebuntuan negosiasi kedua induk organisasi sepak bola dunia itu.

Enam Negara Eropa Belum Menarik Diri dari Polandia

Sebanyak enam tim Eropa dijadwalkan ambil bagian di turnamen tersebut. BBC Sport melaporkan, hingga kini belum ada satu pun dari mereka yang memberi tahu tuan rumah Polandia mengenai rencana pengunduran diri.

Gelandang serang Polandia, Weronika Arasniewicz, buka suara menentang wacana boikot. Ia berharap turnamen tetap berjalan dan para pemain bisa menikmati momen langka tampil di panggung dunia.

"Jangan lakukan itu. Biarkan sepak bola tetap ada di sana. Mari nikmati sepak bola," kata Arasniewicz. "Saya pasti akan kecewa jika turnamen dibatalkan, karena momen seperti ini selalu spesial dan kita tidak pernah tahu berapa banyak Piala Dunia yang bisa kita ikuti."

Komentar Kontras dari Lucy Bronze dan Fokus Penuh Bedford

Pandangan berbeda datang dari bintang timnas senior Inggris, Lucy Bronze. Ia menilai memboikot kompetisi FIFA adalah langkah yang tepat "demi kebaikan sepak bola", meski dampaknya bisa dirasakan berat oleh sepak bola wanita.

Menanggapi perbedaan sikap itu, Bedford memilih untuk tidak terjebak dalam perdebatan besar. Ia menegaskan bahwa tugasnya saat ini hanyalah menyiapkan tim sebaik mungkin dan akan bertarung habis-habisan jika kesempatan tampil di Polandia benar-benar terbuka.

"Saya belum terlalu memikirkan gambaran besarnya. Pesan saya tetap lanjutkan seperti biasa dan itu yang akan kami lakukan," tegas Bedford. "Kami ingin berada di posisi terbaik, dan semua fokus kami tuju ke sana."

Bedford yang baru ditunjuk sebagai pelatih U-23 wanita Inggris pada Maret lalu, akan mengumumkan skuad Young Lionesses untuk turnamen ini pekan depan. Ia mengaku keputusan memilih pemain terakhir menjadi momen tersulitnya.

"Saya sangat bangga dengan para pemain. Dari awal hingga akhir kami menunjukkan kualitas dan kedalaman skuad," ujarnya. "Saya punya keputusan yang sangat sulit pekan depan untuk memilih tim yang akhirnya berangkat."

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks