GIRI MENANG — Duka mendalam menyelimuti SMKN 1 Gerung, Lombok Barat, menyusul meninggalnya Putri Salsabila (15) yang tercatat sebagai siswi baru. Korban meninggal dunia setelah terjatuh dari tebing dan terseret ombak di Pantai Semeti, Lombok Tengah, pada Minggu (2/8/2026).
Kepala SMKN 1 Gerung, Erni Zuhara, membenarkan bahwa korban merupakan siswi kelas X jurusan Desain dan Produksi Busana. “Betul, korban merupakan siswi kami,” katanya saat dikonfirmasi pada Senin (3/8/2026).
Baru Dua Pekan Mengikuti Pembelajaran
Erni menjelaskan, Putri yang beralamat di Kambeng, Desa Sekotong Timur, Lombok Barat, baru aktif mengikuti pembelajaran sejak 20 Juli 2026. Korban bahkan baru saja menyelesaikan rangkaian masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) sebelum kejadian nahas tersebut.
“Baru dua minggu dia belajar. Bahkan baru selesai mengikuti masa pengenalan sekolah,” ujar Erni.
Meski baru bergabung, Erni menggambarkan Putri sebagai pribadi yang kalem dan tidak banyak bicara. Namun, siswi itu disebut cepat beradaptasi dan akrab dengan teman-teman sekelasnya.
“Anaknya kalem, tidak banyak bicara. Tetapi cepat akrab dengan teman-temannya,” katanya.
Doa Bersama dan Takziah ke Rumah Duka
Pihak sekolah langsung menggelar doa bersama setelah upacara bendera pada Senin pagi sebagai bentuk penghormatan terakhir. Beberapa teman sekelas Putri juga turut menghadiri prosesi takziah di rumah duka di Kambeng, Desa Sekotong Timur.
Rombongan guru turut mendampingi prosesi pemakaman Putri yang berlangsung setelah salat zuhur, Senin (3/8/2026). “Kami sangat prihatin dan berduka atas meninggalnya siswi kami,” ucap Erni.
Imbauan Keselamatan bagi Pelajar
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pihak sekolah untuk terus mengingatkan para siswa agar mengutamakan keselamatan saat berwisata, terutama di lokasi yang berisiko seperti pantai bertebing. Erni menambahkan, karena korban masih berstatus siswa baru, pihak sekolah belum sempat melihat perkembangan akademik maupun bakat Putri. Korban diketahui masuk ke SMKN 1 Gerung melalui jalur umum.
Sementara itu, Kepala Desa Sekotong Timur, H. Marwan Hakim, membenarkan bahwa korban merupakan warganya. “Iya itu warga kami,” katanya.
Marwan menjelaskan, korban diketahui diajak oleh pihak keluarga ke Pantai Semeti. Informasi mengenai kejadian itu pertama kali diketahui dari postingan media sosial, sebelum akhirnya dipastikan oleh Kepala Dusun setempat. Jenazah Putri tiba di rumah duka sebelum Magrib, Minggu (2/8/2026), dan dimakamkan keesokan harinya setelah waktu Zuhur.