LOMBOK TENGAH — Kecelakaan di kawasan wisata Pantai Semeti, Lombok Tengah, menewaskan satu wisatawan dan melukai tiga lainnya pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Korban tewas diketahui bernama Sabila, warga Kambeng, Desa Sekotong Timur, yang jatuh dari tebing lalu terseret ombak saat berfoto bersama rekannya.
Kejadian bermula ketika rombongan wisatawan lokal itu tengah mengambil gambar di atas tebing pantai. Sabila kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Tiga rekannya yang berada di lokasi langsung berupaya menolong dengan meraih korban, namun kondisi ombak menyulitkan proses pertolongan.
Kronologi Evakuasi: Nelayan Lokal Jadi Penolong Pertama
Informasi kecelakaan pertama kali diterima oleh Unit Siaga SAR (USS) Mandalika sekitar pukul 13.00 WITA dari Zaenudin, seorang pemandu surfcamp. Tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 13.15 WITA untuk melakukan operasi evakuasi.
Namun, sebelum tim tiba di lokasi, sekitar pukul 13.45 WITA, kabar baik datang. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi oleh nelayan setempat yang lebih dulu merespons kejadian. Para korban kemudian dibawa ke Klinik Selong Medical Service, Selong Belanak, untuk mendapatkan penanganan medis.
Kondisi Korban: Satu Syok Berat, Satu Belum Bisa Berkomunikasi
Dari data yang dihimpun USS Mandalika, tiga korban selamat mengalami luka-luka dan syok. Anisa, warga Karang Bakang, Kuripan, dilaporkan selamat dengan kondisi luka-luka. Ferdi dan Dimas, keduanya warga Pancor Tempos Lauk, juga selamat, namun Dimas belum dapat berkomunikasi dengan petugas.
Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika, Gde Eka Suarjana, membenarkan kronologi kejadian tersebut. Pihaknya mengimbau wisatawan untuk lebih waspada saat beraktivitas di area tebing maupun pesisir pantai.
Imbauan Keselamatan: Jangan Abaikan Risiko di Area Tebing
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa lokasi wisata alam, khususnya tebing pantai, menyimpan risiko tinggi yang kerap tidak disadari pengunjung. Kombinasi permukaan licin, angin kencang, dan ombak besar bisa berakibat fatal dalam hitungan detik.
USS Mandalika meminta masyarakat dan wisatawan agar tidak memaksakan diri berfoto di titik yang berisiko tinggi, terutama saat kondisi cuaca tidak bersahabat. "Selalu utamakan keselamatan di atas kebutuhan dokumentasi," demikian pesan yang disampaikan tim rescue kepada publik.