Pencarian

Program Makan Bergizi Gratis Tekan Angka Siswa Lapar di Sekolah dari 56 Persen Jadi 16 Persen, Konsumsi Buah dan Protein Naik Drastis

Kamis, 18 Juni 2026 • 15:54:01 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Tekan Angka Siswa Lapar di Sekolah dari 56 Persen Jadi 16 Persen, Konsumsi Buah dan Protein Naik Drastis
Program Makan Bergizi Gratis berhasil menurunkan angka siswa lapar di sekolah dari 56 persen menjadi 16 persen.

MATARAM — Program andalan pemerintah pusat, Makan Bergizi Gratis (MBG), tak cuma soal memberi makan anak sekolah. Data terbaru dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjukkan dampak sistemik yang jauh lebih luas: dari menekan angka kelaparan di ruang kelas hingga mengerek omzet pelaku UMKM lokal.

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari membeberkan temuan tersebut di Jakarta, Kamis (18/6). Ia mengutip laporan Bappenas yang dirilis November 2025. Sebelum MBG berjalan, mayoritas siswa Indonesia mengikuti pelajaran dalam kondisi perut kosong.

“Jadi ternyata, sebelum ada MBG, banyak siswa kita itu yang lapar loh pada saat sekolah. Jumlah yang lapar pada waktu itu, lagi sekolah nih, lapar dia, dengerin guru lapar, 56 persen,” kata Qodari.

Angka Kelaparan Turun 40 Persen, Konsumsi Buah Meroket

Setelah program berjalan, angkanya berbalik. Siswa yang mengaku lapar saat belajar menyusut drastis menjadi hanya 16 persen. Sebaliknya, proporsi siswa yang belajar dalam kondisi kenyang melonjak dari 43 persen menjadi 84 persen — hampir dua kali lipat.

“Ini manfaat yang orang belum tahu,” ujar Qodari menekankan.

Perbaikan gizi juga terlihat jelas. Konsumsi buah di kalangan siswa naik dari 26 persen menjadi 84 persen — lompatan 58 persen. Sementara konsumsi protein hewani meningkat dari 65 persen menjadi 90 persen. Qodari mengaitkan hal ini dengan target jangka panjang pembangunan sumber daya manusia.

“Nah ini kan bagus. Kita ingin sepak bola Indonesia maju kan, badannya gede, tinggi. Kayak pemain Jepang kan, badannya sudah gede, tinggi. Otaknya cerdas, gizinya bagus. Jangan lagi kita dibilang bangsa yang IQ-nya kurang kan. Itu dari mana? Dari protein,” tuturnya.

86 Persen Pemasok MBG Raup Omzet Lebih Besar

Dampak ekonomi program ini tak kalah signifikan. Sebanyak 86 persen pemasok MBG melaporkan kenaikan omzet usaha. Struktur rantai pasoknya didominasi pelaku usaha lokal: 62 persen dari UMKM lokal, 18 persen dari koperasi, dan hanya 14 persen dari pemasok tingkat provinsi.

Dari sisi pelaksanaan di lapangan, 93 persen sekolah menilai program berjalan dengan baik. Menu inti MBG — nasi, protein (ayam atau telur), dan sayuran — terpenuhi di 96 persen sekolah.

“Jadi sebetulnya banyak aspek positif dari MBG ini. Jangan lihat sisi negatifnya saja. Sisi negatifnya kita koreksi, sisi positifnya terus kita tingkatkan,” pungkas Qodari.

Bagikan
Sumber: radarlombok.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks