MATARAM — Rencana pengoperasian seaplane yang akan menghubungkan destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa masih terganjal proses perizinan di tiga kementerian berbeda. Investor telah memilih Bendungan Batujai di Lombok Tengah sebagai landasan utama, namun izin pemanfaatan dari Kementerian Pekerjaan Umum belum rampung. Target awal operasional pada triwulan kedua 2026 pun bergeser, dengan harapan baru bisa terwujud pada akhir tahun ini.
Mengapa Bendungan Batujai Dipilih?
Bendungan Batujai yang terletak di Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, dinilai strategis karena dekat dengan Bandara Internasional Lombok. Konsepnya, wisatawan yang tiba di bandara bisa langsung diantar menggunakan seaplane ke pulau-pulau tujuan tanpa perlu transit panjang.
Rute yang direncanakan mencakup Gili Balu di Sumbawa Barat, Teluk Saleh di Sumbawa, Satonda di Dompu, Gili Tramena di Lombok Utara, dan Kawasan Mandalika. Ke depan, rute juga akan diperluas hingga ke Bali dan Nusa Tenggara Timur sesuai kesepakatan kerja sama regional tiga provinsi.
Izin Tiga Kementerian Jadi Penghambat
Kepala Dinas Perhubungan NTB Ervan Anwar mengakui, proses perizinan tidak hanya berurusan dengan satu kementerian. Ada tiga kementerian yang terlibat: Kementerian Pekerjaan Umum untuk izin pemanfaatan bendungan, Kementerian Perhubungan untuk izin operasional, dan Kementerian Investasi untuk aspek penanaman modal.
"Tergantung izinnya cepat atau enggak kan. Karena ada izin-izin yang harus diselesaikan, dokumen-dokumen harus dipenuhi," ujar Ervan, Rabu (13/5/2026).
Saat ini, izin pemanfaatan Bendungan Batujai masih diproses di Kementerian Pekerjaan Umum. Meski sempat ditarget beroperasi pada triwulan kedua 2026, semua bergantung pada kecepatan birokrasi di pusat.
Konsep Alam untuk Ruang Tunggu Penumpang
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Irnadi Kusuma mengatakan, Pemkab Lombok Tengah sejak akhir 2025 sudah bersiap membangun fasilitas pendaratan dengan konsep alam. Rencananya, akan dibangun ruang tunggu penumpang berbahan bambu dan kayu.
"Semua dari konsep alam, dari bambu, kayu, itu untuk fasilitas penumpang menunggu juga. Ada semacam lounge," katanya.
Gubernur NTB Dukung Penuh Investasi Ini
Irnadi menambahkan, Gubernur H. Lalu Muhamad Iqbal sangat menanti dan mendukung investasi seaplane ini. Namun, soal besaran nominal investasi, ia mengaku belum mengetahui karena masih dalam tahap awal diskusi.
"Iya tergantung nanti di mana destinasi yang disepakati. Makanya kita sedang mencoba menambah destinasinya," lanjut Irnadi.