MATARAM — Perombakan jajaran manajemen MGPA, pengelola kawasan Sirkuit Mandalika, resmi dilakukan. Sabolah, putra asal Lombok Tengah, ditunjuk sebagai komisaris dalam struktur baru perusahaan tersebut.
Dalam susunan terbaru, posisi Komisaris Utama diisi Marrel, sementara Sabolah dan Ara duduk sebagai komisaris. Sementara itu, legenda balap nasional Ananda Mikola ditunjuk sebagai Direktur Utama, menggantikan Priandhi Satria yang sebelumnya menjabat sejak 2022 hingga 2026. Ananda didampingi Dony Mahardjono dan Poppy Senduk sebagai direktur.
Target Perbanyak Event di Sirkuit Mandalika
Sabolah menyebut, tantangan utama MGPA ke depan adalah memperbanyak agenda internasional di Sirkuit Mandalika. Menurutnya, sirkuit kelas dunia itu kini tidak hanya menjadi tuan rumah MotoGP, tetapi juga pusat berbagai kegiatan berskala lokal, nasional, hingga internasional.
“Dahulu kita tahu hanya untuk balapan MotoGP, tetapi beberapa tahun terakhir sudah banyak event lain yang terlaksana,” ujar Sabolah, Rabu malam (13/5/2026).
Ia menilai, semakin banyak event internasional yang digelar, semakin besar dampak ekonomi yang bisa dirasakan masyarakat NTB. “Kedepan tugas kita insyaAllah memperbanyak event agar Mandalika makin dikenal dunia dan tentu memberikan dampak kepada perputaran ekonomi daerah,” tegasnya.
Sinergi dengan Pemprov dan Pemkab Lombok Tengah
Sabolah menekankan pentingnya koordinasi antara MGPA dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Menurutnya, pengembangan kawasan Mandalika harus sejalan dengan arah pembangunan daerah.
“InsyaAllah akan semaksimal mungkin melakukan koordinasi intensif dengan Pak Gubernur NTB dan Bupati Lombok Tengah agar sejalan dengan visi beliau, yaitu NTB Makmur Mendunia,” ucap Sabolah.
Ia menegaskan, posisi yang diembannya merupakan bentuk pengabdian untuk memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam memperkuat posisi NTB di mata dunia. “Ini adalah tugas pengabdian dari negara untuk sebaik mungkin dapat berkontribusi bagi negara dan tentu untuk menduniakan NTB,” katanya.
Sabolah mengajak seluruh pihak berkolaborasi mewujudkan visi besar tersebut. “Visi besar yang ujungnya untuk kemanfaatan kepada masyarakat harus dilakukan secara bersama-sama dalam kolaborasi,” pungkasnya.