Pencarian

Unram Ungkap Alasan Pembubaran Nobar Film Pesta Babi di Mataram

Jumat, 08 Mei 2026 • 22:55:01 WIB
Unram Ungkap Alasan Pembubaran Nobar Film Pesta Babi di Mataram
Unram membubarkan nobar film "Pesta Babi" di Mataram demi menjaga ketertiban dan keamanan kampus.

MATARAM — Universitas Mataram (Unram) memberikan penjelasan resmi terkait pembubaran kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul “Pesta Babi” yang berlangsung pada Kamis malam, 7 Mei 2026. Pihak kampus menyatakan tindakan tersebut diambil untuk memastikan keamanan lingkungan pendidikan.

Kepala Humas dan Protokol Unram, Dr. Khairul Umam, menegaskan bahwa pembubaran massa saat pemutaran film tersebut tidak berkaitan dengan upaya pembatasan hak berpendapat. Menurutnya, ada prosedur administratif dan aspek ketertiban yang tidak terpenuhi oleh penyelenggara sebelum acara digelar.

“Pembubaran dilakukan murni karena alasan ketertiban dan bukan untuk membungkam berekspresi,” kata Khairul dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 8 Mei 2026.

Alasan Keamanan dan Minimnya Informasi Penyelenggara

Khairul menjelaskan, pihak kampus tidak mendapatkan informasi mendalam mengenai teknis pelaksanaan kegiatan tersebut. Penyelenggara disebut tidak memaparkan jumlah estimasi peserta serta detail acara yang akan dilangsungkan di area kampus.

Ketiadaan koordinasi ini membuat bagian keamanan kampus sulit melakukan pemetaan risiko dan pengendalian massa. Khairul menyebutkan, situasi di lokasi sempat dinilai rawan karena jumlah penonton yang membeludak di luar kendali pihak keamanan internal.

“Penyelenggara tidak pernah memberikan informasi detail tentang rencana kegiatan. Termasuk jenis kegiatan dan berapa orang yang akan dilibatkan untuk antisipasi ketertiban,” ujarnya.

Selain faktor jumlah, Unram mengidentifikasi bahwa kerumunan tersebut tidak hanya diisi oleh mahasiswa internal. Kehadiran pihak luar di dalam lingkungan kampus pada malam hari menjadi salah satu pertimbangan utama pembubaran dilakukan.

“Pembubaran penonton dilakukan setelah jumlah massa yang berkumpul sangat banyak. Termasuk yang bukan mahasiswa Unram, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Khairul.

Mengapa Nobar di Fakultas Teknik Tidak Dibubarkan?

Menepis tudingan diskriminasi terhadap karya dokumenter tersebut, Khairul mengungkapkan bahwa pemutaran film yang sama sebenarnya juga berlangsung di lokasi lain pada waktu bersamaan. Mahasiswa di Fakultas Teknik Unram diketahui menggelar agenda serupa tanpa ada intervensi dari pihak universitas.

Hal ini dijadikan bukti bahwa pihak kampus tidak mempermasalahkan konten film, melainkan lebih menekankan pada prosedur pelaksanaan dan stabilitas keamanan di titik tertentu. Kegiatan di Fakultas Teknik berjalan kondusif sehingga tidak memerlukan tindakan penertiban.

“Pada saat yang sama, mahasiswa Unram di Fakultas Teknik juga melakukan nonton bareng film yang sama dan tidak ada teguran sama sekali,” bebernya.

Pihak rektorat berharap insiden ini menjadi pembelajaran bagi seluruh organisasi mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan di area kampus. Koordinasi dengan pihak humas dan keamanan diharapkan lebih diperkuat agar hak berekspresi tetap berjalan beriringan dengan aturan universitas.

“Semoga kejadian ini dapat menjadi bahan evaluasi buat kita semua untuk perbaikan penyelenggaraan kegiatan di lingkungan Universitas Mataram,” pungkas Khairul.

Bagikan
Sumber: koranntb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks