MATARAM — Bank NTB Syariah kini sejajar dengan perbankan nasional dalam penyediaan infrastruktur pembayaran digital lintas negara. Melalui fitur QRIS Cross Border, nasabah maupun merchant di Nusa Tenggara Barat dapat melayani transaksi dari mancanegara dengan sistem yang lebih cepat, mudah, dan aman.
Ekspansi layanan digital ini mencakup lima negara utama, yakni Korea Selatan, China, Malaysia, Thailand, dan Singapura. Kehadiran teknologi ini memperkuat posisi NTB sebagai destinasi wisata global yang mulai mengadopsi ekosistem keuangan inklusif dan modern.
Dorong Kenaikan PAD Lewat Sektor Pariwisata
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyatakan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari upaya bank daerah untuk terus kompetitif di level internasional. Selain memberikan kemudahan bagi nasabah, optimalisasi layanan digital ini memiliki target jangka panjang bagi kemandirian fiskal daerah.
“Keberhasilan implementasi QRIS Cross Border ini merupakan bagian dari inovasi tanpa batas yang terus kami dorong. Hal ini menunjukkan bahwa Bank NTB Syariah kini sejajar dengan bank nasional lainnya dalam hal teknologi pembayaran internasional. Kami melihat ini sebagai peluang besar untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus memudahkan wisatawan asing bertransaksi secara cashless dengan aman dan nyaman tanpa perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar,” ujar Nazaruddin.
Pihak manajemen optimistis bahwa kemudahan transaksi ini akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal. Sektor UMKM di sekitar lingkar destinasi wisata kini memiliki akses untuk menerima pembayaran langsung dari aplikasi dompet digital luar negeri tanpa kendala konversi manual.
Wisatawan Asing Tak Perlu Tukar Uang Tunai
Penerapan QRIS Cross Border menghilangkan hambatan transaksi bagi turis mancanegara yang berkunjung ke Lombok atau Sumbawa. Wisatawan cukup memindai kode QR yang tersedia di merchant Bank NTB Syariah menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka.
Sistem akan secara otomatis melakukan konversi mata uang dengan kurs yang kompetitif. Hal ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan wisatawan, tetapi juga mengurangi risiko keamanan bagi para pelancong karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah banyak selama berwisata di NTB.
Bank pembangunan daerah ini mengusung semangat “Lokal ke Global” sebagai landasan transformasi teknologi mereka. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi NTB dalam peta pariwisata dunia yang kini menuntut integrasi layanan digital di setiap lini.
Optimalisasi RIMO dan Ekosistem Digital Syariah
Selain QRIS lintas negara, Bank NTB Syariah terus melakukan pembaruan pada platform Rinjani Mobile Banking (RIMO). Penguatan platform ini bertujuan untuk menghadirkan layanan perbankan yang aman dan sesuai dengan prinsip syariah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ke depan, bank akan terus mengakselerasi transaksi nontunai di berbagai sektor strategis. Inovasi berkelanjutan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional maupun global, seiring dengan meningkatnya volume kunjungan internasional ke wilayah Nusa Tenggara Barat.