MATARAM — Abul Chair menerima delegasi APIEM di Ruang Rapat Sekda. Dalam pertemuan itu, ia menekankan pentingnya kejelasan bentuk kerja sama yang konkret dan terukur agar dapat disesuaikan dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) NTB.
Poin lain yang dijajaki adalah penguatan tenaga kerja lokal melalui skema pelatihan pelatih atau training of trainers. Skema ini dinilai krusial supaya profesional lokal tidak selamanya bergantung pada tenaga ahli dari luar daerah.
Menurut Abul Chair, APIEM akan membantu mencetak pelatih lokal lewat program training of trainers. Dengan begitu, profesional di NTB bisa secara mandiri mengelola event berstandar internasional.
"Artinya, APIEM membantu mencetak pelatih lokal lewat program training of trainers agar lokal profesional bisa secara mandiri mengelola event berstandar internasional," tegasnya saat menerima delegasi APIEM, Kamis (22/10).
Ia menyebut kolaborasi ini sebagai peluang strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus standarisasi penyelenggaraan event dan pariwisata di daerah.
Delegasi APIEM memaparkan sejumlah poin kerja sama. Salah satunya sertifikasi internasional bagi pelaku event dan aparatur pemerintah, seperti Certified Event Planner (CEP) dan Certified Event Manager (CEM).
Sertifikasi itu dinilai penting untuk menjawab visi pimpinan daerah yang mengusung konsep quality tourism dan quality events. Standar kompetensi global di bidang manajemen event menjadi pintu masuknya.
Kolaborasi ini juga membidik akreditasi internasional untuk perusahaan penyelenggara event serta venue atau lokasi penyelenggaraan acara di NTB. Kawasan Mandalika dan fasilitas budaya lainnya masuk dalam cakupan tersebut.
Akreditasi venue disebut penting agar lokasi acara di NTB memenuhi kualifikasi standar global. Harapannya, hal ini memudahkan daerah menarik seniman dan event-event dunia.
Presiden APIEM Prof. David Hein, didampingi Kepala Perwakilan APIEM di Indonesia Sirajuddin, menyampaikan apresiasi atas perkembangan sektor pariwisata NTB. Ia menilai sektor itu sangat luas, dinamis, dan memiliki komitmen kuat terhadap prinsip pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism.
APIEM juga menyoroti potensi besar NTB untuk naik level melalui penerapan standar kompetensi global di bidang manajemen event. Pengakuan itu menjadi dasar penjajakan kerja sama yang lebih konkret.
Bagi Pemprov NTB, ukuran keberhasilan event besar bukan sekadar angka kunjungan wisata. Warisan berupa peningkatan kapasitas profesional lokal yang diakui internasional disebut sebagai target utama.
Konsep itu sejalan dengan perhelatan kelas dunia seperti MotoGP yang rutin digelar di Mandalika. Ajang besar diharapkan meninggalkan dampak jangka panjang bagi tenaga kerja dan pelaku usaha event di daerah.
Pembahasan lanjutan soal bentuk kerja sama, skema anggaran, dan jadwal program akan menentukan apakah penjajakan ini berlanjut ke penandatanganan kesepakatan.