NUSA TENGGARA BARAT — Bank Indonesia mengabadikan tujuh destinasi alam Nusantara pada bagian belakang Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 yang diluncurkan 17 Agustus 2022. Ketujuh panorama itu tersebar dari Maluku hingga Papua, masing-masing dipadukan dengan tarian tradisional dan bunga khas daerah. Bagi traveler yang sedang menyusun daftar perjalanan, deretan gambar di dompet bisa jadi peta rute yang layak dipertimbangkan.
Desain uang kertas rupiah memuat lebih dari sekadar nominal. Pada seri TE 2022, bagian depan menampilkan pahlawan nasional, sementara bagian belakang diisi panorama alam, tarian tradisional, dan flora khas Indonesia. Tujuh destinasi yang dipilih mewakili karakter wilayah yang berbeda-beda, dari kepulauan rempah di timur Maluku sampai gugusan karang di Papua Barat.
Banda Neira berada di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Kawasan ini menyimpan jejak perdagangan rempah-rempah yang pernah menjadikannya wilayah penting pada masa kolonial. Gugusan pulau, perairan laut, dan bangunan bersejarah membentuk karakter wisatanya.
Pada uang Rp1.000 TE 2022, panorama Banda Neira tampil bersama Tari Tifa dan bunga anggrek larat. Kombinasi ini merangkum kekayaan alam dan budaya Maluku dalam satu bidang desain.
Ngarai Sianok membentang di Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Bentang alamnya ditandai tebing tinggi, hamparan hijau, dan aliran sungai yang membelah Patahan Semangko. Salah satu titik pandang yang populer adalah kawasan Taman Panorama.
Keindahan ngarai ini hadir di bagian belakang uang Rp2.000, dipadukan dengan Tari Piring dan bunga jeumpa. Bagi wisatawan yang berbasis di Bukittinggi, kawasan ini tergolong mudah dijangkau karena berada di tepi kota.
Gunung Bromo berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Daya tariknya adalah lanskap vulkanik, hamparan lautan pasir, dan panorama matahari terbit. Kawasan ini juga lekat dengan kehidupan masyarakat Tengger yang mempertahankan tradisi setempat.
Pada uang Rp5.000, panorama Bromo ditampilkan bersama Tari Gambyong dan bunga sedap malam. Pertemuan alam dan seni tradisional itu menjadi ciri desain pecahan tersebut.
Nama Wakatobi merupakan gabungan empat pulau utama: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Taman nasional di Provinsi Sulawesi Tenggara ini dikenal lewat ekosistem terumbu karang dan keanekaragaman hayati lautnya. Menyelam dan snorkeling jadi aktivitas yang paling identik dengan kawasan ini.
Panorama Wakatobi menghiasi bagian belakang uang Rp10.000, dilengkapi Tari Pakarena dan bunga cempaka hutan kasar. Salah satu titik penyelaman yang kerap disebut adalah perairan Pulau Hoga di sekitar Pulau Wanci.
Kepulauan Derawan terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kawasan ini mencakup sejumlah pulau dengan karakter berbeda, di antaranya Maratua, Kakaban, dan Sangalaki. Perairannya menjadi habitat berbagai biota laut, termasuk penyu.
Pada uang Rp20.000 TE 2022, panorama Kepulauan Derawan dipadukan dengan Tari Gong dan bunga anggrek hitam. Desain itu menampilkan kekayaan alam Kalimantan sekaligus unsur kebudayaannya.
Dua destinasi terakhir dalam daftar adalah Taman Nasional Komodo dan Raja Ampat. Keduanya melengkapi tujuh panorama alam yang dipilih Bank Indonesia untuk seri uang kertas TE 2022. Informasi rinci mengenai desain dan daya tarik keduanya belum tercantum dalam bahan yang dihimpun, sehingga traveler sebaiknya merujuk ke laman resmi Bank Indonesia dan dinas pariwisata setempat.
Ketujuh destinasi tersebar di lima provinsi berbeda, jadi tak realistis menyambung semuanya dalam satu perjalanan. Traveler bisa memilih satu wilayah per trip: Maluku untuk wisata sejarah bahari, Sumatra Barat untuk lanskap lembah, Jawa Timur untuk vulkanik, Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Timur untuk diving, serta Papua Barat untuk gugusan karang.
Untuk tiket masuk, jam operasional, dan kuota kunjungan, informasi terkini dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau pengelola taman nasional. Harga dan ketentuan di tiap kawasan kerap berubah mengikuti musim dan kebijakan pengelola.
Destinasi bahari seperti Wakatobi, Derawan, dan Raja Ampat paling ideal dikunjungi pada musim tenang agar visibilitas bawah laut maksimal. Untuk Bromo dan Ngarai Sianok, datang pagi hari memberi peluang lebih besar mendapat cahaya dan udara yang lebih bersih. Bawa perlengkapan sesuai medan: jaket untuk kawasan pegunungan, dan perlengkapan selam bersertifikat untuk titik penyelaman.
Menghabiskan tiga sampai lima hari per destinasi memberi ruang cukup untuk menikmati kawasan tanpa terburu-buru. Deretan gambar di uang kertas bisa jadi pemantik, tetapi pengalaman sesungguhnya tetap menuntut perjalanan langsung ke lokasi.