MATARAM — Kepala Kanwil DJPb NTB Ratih Hapsari Kusumawardani menyebut penyerapan belanja bansos hingga akhir Agustus 2026 menunjukkan tren persentase yang sangat positif dibandingkan periode tahun-tahun sebelumnya.
Dana yang tersalur itu hadir dalam bentuk Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang dibagi ke tiga bentuk penyaluran. Rinciannya, bantuan uang Rp3,87 miliar, bantuan barang Rp1,39 miliar, dan bantuan jasa Rp1,05 miliar.
Alokasi Bantuan ATENSI di Nusa Tenggara Barat disalurkan kepada lima kelompok sasaran utama dengan nilai berbeda-beda:
Kelompok anak menerima porsi terbesar, disusul penyandang disabilitas dan lanjut usia. Sementara korban penyalahgunaan napza, ODHIV, dan kelompok rentan mendapat alokasi paling kecil.
Secara historis, persentase realisasi belanja bansos NTB berada di angka 82,43 persen pada 2022, lalu turun tajam menjadi 54,94 persen pada 2023. Angka itu kembali menurun ke 49,02 persen pada 2024 sebelum naik ke 54,70 persen pada 2025.
Artinya, capaian 85,59 persen per 31 Agustus 2026 sudah melewati realisasi penuh tahun-tahun sebelumnya. Lompatan ini terjadi di periode yang belum genap satu tahun anggaran.
Ratih menyampaikan hal itu awal pekan ini di Mataram. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi soal sisa pagu yang belum terserap maupun jadwal penyaluran berikutnya.