SUMBAWA BESAR — Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot menyoroti besaran Silpa dalam APBD Perubahan yang dinilai relatif tinggi. Menurutnya, kondisi itu mengindikasikan kinerja pemerintah daerah, khususnya perangkat daerah, masih belum optimal.
Pernyataan itu disampaikan Bupati pekan kemarin. Ia menyebut Silpa sebagai postur pembiayaan terbesar dalam perubahan APBD, sehingga menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi jajaran perangkat daerah.
Bupati menegaskan bahwa besaran Silpa tidak bisa dibiarkan berulang. Perencanaan dan penganggaran tahun berikutnya akan diberi perhatian khusus agar sisa anggaran tidak kembali menumpuk.
“Postur pembiayaan terbesar di dalam perubahan APBD kita adalah SiLPA, sehingga kedepan di perencanaan yang akan kita lakukan akan memberikan atensi khusus terkait besaran SiLPA tersebut,” kata Bupati Syarafuddin Jarot.
Selain memperbaiki perencanaan, percepatan pelaksanaan program turut masuk dalam evaluasi. Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan akurasi proyeksi belanja agar persoalan serupa tidak terulang.
Menurut Bupati, Silpa yang tinggi harus bisa ditekan pada tahun depan. Tujuannya agar anggaran yang tersisa bisa memberi manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Tahun depan SiLPA yang cukup tinggi saat ini harus bisa ditekan, sehingga diharapkan bisa memberikan manfaat yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi di masyarakat,” ucapnya.
Ia menyebut salah satu instrumen penggunaan Silpa akan dimaksimalkan untuk pemenuhan standar pelayanan minimal. Anggaran itu juga diarahkan menjaga kesinambungan pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan memperkuat percepatan pelaksanaan 12 program prioritas daerah melalui pemanfaatan Silpa. Bupati memastikan seluruh program yang tercantum dalam RPJMD menjadi prioritas untuk dituntaskan.
Infrastruktur dasar bagi masyarakat disebut menjadi salah satu fokus utama. Dengan begitu, target pembangunan yang ditetapkan dalam lima tahun ke depan diharapkan bisa tercapai.
“Semua yang tercantum di dalam RPJMD akan menjadi prioritas untuk dituntaskan salah satunya infrastruktur dasar bagi masyarakat. Sehingga target yang ditetapkan dalam lima tahun kedepan bisa tercapai,” ujarnya.