Krisis Air Bersih di Gili Trawangan Berimbas ke Pariwisata, Disparekraf NTB Targetkan Keran Mengalir Kembali dalam Sehari

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Jumat, 11 September 2026 | 08:01:02 WIB
Kepala Disparekraf NTB Ahmad Nur Aulia menegaskan penanganan krisis air bersih di Gili Trawangan melibatkan pemerintah pusat dan daerah.

MATARAM — Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB Ahmad Nur Aulia menegaskan persoalan air bersih di kawasan pariwisata bukan semata kewenangan pemerintah daerah. Pemerintah pusat, katanya, harus duduk bersama lebih dulu untuk menuntaskan penanganannya.

"InsyaAllah sore ini atau besok air mengalir kembali di Gili Trawangan," ujar Aulia, Kamis, 10 September 2026.

Forkopimda Dorong Izin PT TCN Segera Terbit

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memastikan agar pemerintah pusat segera memberi izin PT Tiara Cipta Nirwana (TCN) membuka kembali keran airnya. Perusahaan itu masih ragu melakukannya.

Forkopimda kemudian duduk bersama mencari jalan keluar bagi penyaluran air bersih ke kawasan wisata tersebut. "Sedang dicarikan titik temunya antara kebutuhan dan regulasi yang berjalan," lanjut Aulia.

Pemprov Dampingi Perusahaan, Pemda Lombok Utara Keluarkan Diskresi

Pemprov NTB memberikan pendampingan kepada PT TCN selama proses pengurusan seluruh izin perusahaan. Untuk jangka pendek, Pemda Lombok Utara telah mengeluarkan diskresi agar keran air perusahaan itu segera dibuka.

"Tapi kan ini masalahnya, ada pendapat masalah dan regulasi yang masih ada tumpang tindih di situ," kata Aulia.

Wisatawan Batalkan Kunjungan di Musim High Season

Banyaknya wisatawan yang membatalkan kunjungan ke Trawangan di musim high season ini menjadi pekerjaan rumah Disparekraf NTB. Aulia mengaku pihaknya perlu segera menindaklanjuti dampak tersebut.

"Kalau dari perspektif pariwisata sih kalau bisa sekarang dibuka keran airnya," ujarnya.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: globalfmlombok.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top